Mengintegrasikan Tripusat - Pendidikan
Cari Berita

Advertisement

Mengintegrasikan Tripusat - Pendidikan

28 Feb 2020

Seruji.com

Secara sistematis, pendidikan yang pertama dan yang paling utama menjadi pondasi adalah pendidikan keluarga. 
Oleh: Wahyu Hendra

Indikatormalang.com - Pendidikan karakter dianggap penting dewasa ini. Melihat di kehidupan sosial terjadi dekadensi moral yang luar biasa, khususnya di kalangan anak muda. Tapi pertanyaannya, apakah pendidikan karakter menunggu ada gejala atau diagnosa baru dilakukan? Sehingga terkesan memaksa dan terburu-buru karena kurang matangnya konsep.

Saya rasa hal ini perlu kita pahami bersama, bahwa pembentukan karakter seorang anak tidak lepas dari tripusat pendidikan yang meliputi pendidikan keluarga, sekolah dan lingkungan. Ketiganya menjadi hal fundamental yang harus saling terintegrasi.

Secara sistematis, pendidikan yang pertama dan yang paling utama menjadi pondasi adalah pendidikan keluarga. Keluarga, khususnya orang tua harus mampu memahami akhlak, etika dan moral secara komperhensif. Kemudian, pemahaman tersebut ditransformasikan kepada anak sedari kecil hingga dewasa.

Lanjut berbicara pendidikan formal/sekolah. Seorang guru tidak hanya mengajari peserta didik secara tekstual. Dalam artian mengajari anak-anak hanya seputar teks yang ada dibuku atau modul. Tetapi lebih dipertajam di wilayah kontekstual. Dengan cara mengintegrasikan materi yang didapat dengan kondisi maupun realitas yang ada. Bisa dikemas melalui model pembelajaran problem based learning, misalnya.

Kedua tumpuan tersebut, pendidikan keluarga dan sekolah, jika sedari dini berjalan efektif dan terpadu. Niscaya akan melahirkan sebuah iklim berupa lingkungan yang menyenangkan. Secara otomatis, pendidikan lingkungan juga turut terintegrasi dan membantu dalam pembentukan karakter seorang anak.

Terakhir, yang terpenting dalam konteks ini adalah harus ada sebuah pengawasan, kontroling dan evaluasi dari orang tua dan guru. Evaluasi tersebut harus juga dipadukan dengan zaman yang ada. Ali Bin Abi Thalib pernah berkata “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu”.

Penulis : Wahyu Hendra
Status   : Ketua Umum IMM Raushan Fik'r UMM
Editor  : Jab