Tandatangani Komitmen, Jombang Siap Perangi Stunting
Cari Berita

Advertisement

Tandatangani Komitmen, Jombang Siap Perangi Stunting

8 Okt 2019

Bupati Jombang, Munjidah Wahab, dan Ketua DPRD Kabupaten Jombang Bapak H. Mas’ud Zuremi menandatangani lembar komitmen pengendalian Stunting / Foto : Ghofur
Indikatormalang.com Ratusan KPM yang berasal dari 302 Desa dan 4 Kelurahan se - Kabupaten Jombang menyatakan siap perangi stunting. Bersama bupati Jombang Ibu Hj. Munjidah Wahab, dan Ketua DPRD Kabupaten Jombang Bapak H. Mas’ud Zuremi, mereka menandatangani lembar komitmen dalam rangka mewujudkan Jombang Zero Stunting di Gedung Bung Tomo Komplek Pemkab Jombang, Senin (7/10/19).

Penandatanganan itu melibatkan Ketua TP-PKK Kabupaten Jombang Ny. Wiwin Sumrambah, Kepala Dinas Kesehatan dan Plt. Kepala Dinas PMD, yang disaksikan oleh Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat P3MD Kemendesa Kabupaten Jombang, Jajaran pejabat eselon II, Pejabat di lingkungan Dinas PMD Kabupaten Jombang, para camat beserta Perwakilan Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) Bidang Kesehatan atau Kader Pembangunan Manusia.

Penandatanganan komitmen dilakukan dalam kegiatan yang bertajuk Rembug Stunting Kabupaten Jombang. Mereka bersepakat mendorong OPD melalui APBD dan pemerintah Desa melalui Program Dana Desa untuk mempercepat penanganan pencegahan stunting di kabupaten jombang.

Bupati Jombang Hj. Munjidah Wahab dalam sambutannya menyebutkan penanganan stunting menjadi program yang sangat penting bagi Pemkab Jombang.

“Penangan stunting penting bagi pemkab jombang, dan ini sudah sesuai dengan program nasional. Intervensi gizi Ibu Hamil dan Anak serts 1000 HPK menjadi prioritas pembangunan nasional. Sebab ini menyangkut masa depan cemerlang generasi penerus bangsa," terang Munjidah.

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak pada anak yang disebabkan karena kekuarangan asupan gizi dalam waktu lama, infeksi berulang, dan kekurangan stimulus psikosisial. Stunting ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak lebih pendek dari anak seusianya.

Anak stunting akan memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal. Stunting juga menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit dan beresiko menurunkan produktivitas.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018, diketahui bahwa bayi usia dibawah lima tahun (balita) yang terindetifikasi stunting di Kabupaten Jombang mencapai 29,7 %. Senentara, berdasarkan data terbaru hasil kegiatan bulan timbang yang dilaksanakan bulan Februari 2019 oleh Dinas Kesehatan bersama Kader Kesehatan yang terindetifikasi stunting mencapai 19,4 % dari 78.088 anak yang diperiksa, ini menunjukkan sebanyak 15.617 anak di kabupaten jombang saat ini yang merupakan generasi bangsa terancam kurang memiliki daya saing di masa depan.

“Kalau dikerjakan bersama, tentu penanganannya akan menjadi mudah. Oleh karena itu saya berharap Organisasi Pemerintah Daerah terkait, Pendamping Desa, Camat, Pemerintah Desa, TP-PKK, KPM, dan Masyarakat juga dilibatkan. Sebab intervensi kesehatan ibu dan anak menjadi prioritas daerah demi terwujudnya visi kabupaten jombang yang berkarakter dan berdaya saing” Urai Munjidah.

Sementara, koordinator TAPM P3MD Kabupaten Jombang, Muhammad Muchlis mengatakan Kabupaten Jombang telah mengambil langkah lebih dahulu untuk mendorong percepatan penanganan stunting.

“Meskipun Jombang pada tahun 2019 bukan lokus penanganan stunting provinsi Jawa Timur, kita bersama Pemkab Jombang melalui Dinas PMD Kabupaten Jombang menginisiasi pelaksanaan rembug Stunting. Perkiraan kami pada tahun 2030, Kabupaten Jombang akan ada bonus demografi, dimana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan usia non produktif. Harapannya pada saat itu mereka sehat dan bebas stunting,” terang Muchlis.

Nuning Fitriana, Kasi PKM Dinas PMD Kabupaten Jombang mengajak KPM, TP-PKK, dan kelembagaan lainnya agar pro aktif melaksanakan kegiatan yang sesuai dengan semangat dan visi Kepala Daera.