Hadiri Forum Inclussiv, HMI dan GMNI Beberkan Alasan Pecahnya Gerakan Mahasiswa
Cari Berita

Advertisement

Hadiri Forum Inclussiv, HMI dan GMNI Beberkan Alasan Pecahnya Gerakan Mahasiswa

1 Okt 2019

Foto Pasca Kajian Titik Temu Gerakan Mahasiswa di Eaqual Coffee (26/09/2019)

Indikatormalang.com - "Pecahnya gerakan mahasiswa mahasiswa hari ini merupaka  dampak dari kurangnya intensitas silaturrahmi atau ngopi bareng lintas organisasi mahasiswa". Senin (30/09/2019)

Hal ini disampaikan oleh ketua umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Malang Raya pada Diskusi Manifesto Gerakan Mahasiswa yang mengusung tema "Titik Temu Gerakan Mahasiswa dan Penyatuan Misi Perjuangan" di Equal Coffe pada Kamis (26/09) lalu.

Diskusi yang digelar oleh Komunitas Inclusive ini mengundang Aliansi Cipayung Malang yakni HMI, PMII, GMNI, PMKRI dan GMKI.

Kendatipun PMII, PMKRI dan GMKI berhalangan hadir, namun diskusi ini berjalan dengan seru dan sangat terasa nuansa keilmuannya.

Dalam penyampaiannya, ketua umum HMI Cabang Malang Raya Sutriyadi juga mengatakan bahwa 6 Amanat Reformasi yang digaungkan pada 1998 - 1999 belum sepenuhnya terrealisasi dengan baik.

"Ada 6 tuntutan para aktivist Reformasi pada tahun 1998 belum terlakasana dengan baik, salahsatu diantaranya adalah penanganan persoalan KKN di Indonesia," Pungkas Yadi.

Senada dengan Yadi, Kabid Perkaderan GMNI Malang Raya juga dalam penyampaiaannya meminta agar penyatuan fisi gerakan mahasiswa lintas organisasi merupakan hal yang sangat penting.


"Kita sangat jarang sekali berkumpul dalam satu forum dengan teman - teman lintas organisasi ekstra kampus. Sehingga saat ini antar organisasi mahasiswa saja masih saling menaruh curiga. Kita butuh agenda rutin untuk ngopi bareng," pungkas pemuda asal bekasi yang juga sedang menempuh pendidika  di Fakultas Perikanan UB ini.

Diskusi yang dipandu oleh Damanhury Jab selaku moderator ini berakhir pada pukul 22.00 dengan peserta sekitr 32 orang.

Reporter: Jab
Editor     : Redaksi