Satreskoba Polres Kediri Bekuk 8 Pelaku Pengedar Pil Dobule L
Cari Berita

Advertisement

Satreskoba Polres Kediri Bekuk 8 Pelaku Pengedar Pil Dobule L

3 Sep 2019

Source:// Polresta Kediri

Indikatormalang.com - Perang terhadap peredaran Napza terus digencarkan. Setelah beberapa waktu lalu Polresta Mojokerto berhasil bekuk sindikat peredaran Sabu di wilayah mojokerto, kini Satreskoba Polres Kediri kembali menjaring sindikat peredaran Pil Double L. Dalam waktu 2 minggu anggota (Satuan Resort Narkoba) Satreskoba Polres Kediri berhasil mengungkap delapan kasus peredaran obat keras jenis pil dobel l. Dalam ungkap kasus tersebut, petugas berhasil menangkap 8 pelaku pengedar beserta barang buktinya.

Kasubbag Humas Polres Kediri Iptu Purnomo mengungkapkan sebagaimana yang dilansir oleh media Polresta Kediri bahwa delapan tersangka tersebut terdiri dari empat jaringan. Jaringan pertama yakni GR (30) warga Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan dan NK(29) warga Desa Puhjarak, Kecamatan Plelemahan. Dari keduanya didapati barang bukti sebanyak 142 butir pil dobel l.

Jaringan kedua petugas menangkap CS (22) warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Plemahan, RK (18) warga Desa Watugilik, Kecamatan Plemahan dan AH (29) warga Desa Padangan, Kecamatan Kayen Kidul. Dari ketiga tersangka diamankan 179 butir pil dobel l.

“Jaringan ke tiga adalaha RD dengan barang bukti sebanyak 760 butir pil doble l. Serta jaringan keempat adalah NH dan SB, dengan barang bukti terbanyak yakni lebih dari 2.000 butir pil dobel l,” tegas Iptu Purnomo.

Iptu Purnomo menerangkan penangkapan kedelapan pelaku tersebut merupakan hasil penyidikan yang dilakukan oleh Satresnarkoba Polres Kediri. Petugas melakukan serangkaian penyelidikan dan berhasil mengamankan kedelapan tersangka.

Kedelapan tersangka mengaku menjual pil dobel l tersebut untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan foya foya. Kini kedelapan tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan terpaksa mendekam di ruang tahanan Mapolres Kediri.

“Kedelapan tersangka terancam dijerat pasal 196 dan 197 Undang Undang No 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman 15 tahun penjara,” tegas Iptu Purnomo.

Petugas menghimbau kepada masyarakat yang mengetahui dan mencurigai adanya peredaran narkoba diwilahnya, diharapkan segera melapor kepada pihak berwajib. Saat ini peredaran narkoba di indonesia terus meningkat, sehingga diperlukan kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran narkotika dan obat keras.

Reporter: Jab
Editor     : Fitrah
Pemred   : Damanhury Jab