Mencari Indonesia di Malang
Cari Berita

Advertisement

Mencari Indonesia di Malang

16 Sep 2019

Ilustrasi Gambar (Edited by Indikatormalang.com)

Penulis : Suci Afifah

Indikatormalang.com - Detik jarum jam semakin berpacu, Indonesia semakin bergejolak. Pejabat Pemerintahan, Aktivist LSM, hingga bocah PAUD kini ikut-ikutan teriak “NKRI HARGA MATI” menandakan letupan dan percikan amukan massa kian menjadi.

Pemain lakon kini mulai keluar dari persembunyian dan berlari menuju gelanggang, menaiki mimbar media dan mulai memainkan retorika – retorika penuh tendesi merebut jengkal demi jengkal perhatian rakyat tanah air. Maka, tensi semakin sulit dikendalikan.

Suara amukan warga pribumi terdengar memenuhi layar telepon genggam, layar televisi Nasional hingga Internasional. Suatu petanda bahwa kondisi bangsa tidak sedang baik - baik saja.

Melihat kondisi ini, saat dimana keretakan mulai muncul, saya ingin mengajak saudar-saudari pembaca sekalian menatap ke kota yang dikelilingi pegunungan dan menjadi laboraturium pencetak calon pemimpin bangsa. Kota yang telah mewarisi kisah kejayaan Bangsa Singosari dibawah belaian Ken Arok dan Permaisuri tercintanya Ken Dedes. Kota Malang kota penitip rindu.

Kota Malang di Indonesia dikenal sebagai Kota Pendidikan. Iya, julukan kota pendidikan yang melekat pada kota ini menjadikan Malang menjadi rumah yang menampung setiap kepala - kepala baru yang notabenenya pendatang untuk menuntut ilmu atau mengadu nasib dengan membuka usaha baik kuliner hingga properti.

Namun ada fatka menarik yang terkadang dan kerapkali sengaja dilupakan oleh penghuni sementara kota ini bahwa Malang dan isinya telah menerima siapapun yang dari setiap penjuru bumi untuk belajar dan berusaha di malang. Warga Malang tidak pernah sedikitpun merasa keberatan dengan kemacetan lalulintas di kawasan mahasiswa, Rumah - rumah Indekos selalu membuka pintu untuk menerima siapapun yang datang entah dari mana asalnya.

Perlu pembaca sekalian ketahui juga bahwa selain mahasiswa dari Sabang sampai Merauke, juga terdapat banyak mahasiswa asing yang sering berkeliaran tanpa merasa takut terhadap ancaman"Sumpah, Malang ini sangat aman gengs".

Jangankan perpecahan dan perselisihan antar agama. Malang sebagai kota yang paling harmonis telah mendidik kepada masyarakatnya agar berpegang teguh pada nilai perdamaian sebagaimana yang dicontohkan oleh Masjid dan Greja di Alun - Alun Kota Malang, berdekatan namun tetap saling menghormati, menentang perpecahan dan bangga menjadi NKRI.

Malang yang ramah ini telah memberikan setidaknya berjuta ilmu hidup dan dengannya para pejabat - pejabat pemerintahan berdiri mengelus sisi jas branded yang tidak pernah dia kenakan ketika berjalan ke kampus dengan penampilan culun kala pemikirannya dibelai manja oleh ilmu pengetahuan di kota ini. Semua memang diberikan oleh Malang tanpa berharap balas.

Ketika rasa cinta dan solidaritas tetap bertengger pada dahan kebhinekaan di kota malang, ujian silih berganti menerpa. 41 orang  publik figur yang terseret kasus korupsi dan berlanjut dengan chaos massa aksi 15 Agustus lalu yang sudah aman hari ini.

Saya sempat berpikir dalam benak saya. Apakah mungkin Malang adalah laboratorium intelektual yang punya tukang sihir sehingga alumnus - alumnus di kota ini selalu dapat jatah di posisinya sebagai orang terpandang dan diperhitungkan.

Masyarakat Malang berbangga ketika bumi Arema menjadi tanah penuh berkah demi mencerdaska  kehidupa  bangsa. Membangun simpul - simpul peradaban yang kemudian akhirnya adalah menjadi kota yang kerapkali oleh mereka yang terpilih sebagai mantan anak Indekost yang jadi pemimpin lalai atau tak sempat mengunjunginya.

Kini malang kembali bangkit menentang terjangan 4.0 dengan cinta dan asa serta semangat persatuan. Sabang sampai Merauke, Miangas sampai Pulau Rote adalah Indonesia. Sementara miniaturnya. Miniatur paling aman dan paling menghargai siapapun yang baru menginjakkan kaki di atas tanahnya. Damai Malang, Damai Jatim, Damai Indonesia.

Penulis : Suci Afifah
Status   : Mahasiswi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang
Editor    : Jab