Ajak Pendaki Cinta Lingkungan, Berikut Aksi Siswa SMP SATAP Pesanggrahan Batu 2
Cari Berita

Advertisement

Ajak Pendaki Cinta Lingkungan, Berikut Aksi Siswa SMP SATAP Pesanggrahan Batu 2

8 Sep 2019

Aksi Siswa SMPN SATAP Pesanggrahan 2 di Jalur Panderman

Indikator Malang- Banyaknya pendaki ke puncak panderman ternyata juga membawa permasalahan di area pendakian. Mulai dari pos awal pendakian, jalur pendakian, dan puncak panderman banyak sekali dijumpai sampah plastik. Minggu, (08/09/2019)

Permasalahan sampah plastik yang ditinggalkan oleh para pendaki menjadikan keprihatinan khusunya para pemuda sekitar jalur pendakian gunung panderman. Sebagai bentuk kepedulian terhadap alam sekitar, pada Hari Sabtu Sore (7/9/2019) komunitas peduli lingkungan yang berisikan siswa SMPN Satu Atap Pesanggrahan 2 Batu melaksanakan kegiatan pungut sampah di jalur pendakian gunumg panderman Kota Batu.

Selain melakukan pemungutan sampah komunitas yang dibentuk dari mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) ini melakukan himbauan dengan menampilkan poster peringatan larangan membuang sampah di kawasan gunung panderman kepada para pendaki. Solgan himbauannya pun dibuat semenarik dan seuinik mungkin agar mudah di dingat oleh para pendaki.

Beberapa slogan yang mereka buat antara lain ”sayangi hutanmu layaknya kamu sayang pacarmu”, kemudian ” jangan tinggalkan sampahmu layaknya kamu meninggalkan mantanmu”, serta  ”kebersihanmu sebagian dari hidupmu, hutanku jangan ditinggali sampahmu, udah gede masih aja buang sampah dihutan, ingett umur!!”, dan masih banyak lagi slogan-slogan yang lain.

Eri Hendro Kusuma selaku guru pembina mengatakan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin, karena untuk mencapai tujuan pendidikan watak dan perilaku diperlukan upaya pembiasaan melalui internalisasi dan aplikasi dari civic knowledge, civic values, maupun civic skill. Siswa dituntut untuk belajar tidak hanya dikelas akan tetapi dituntut untuk bisa menerapkan ketiga kompetensi yang diperolehnya melalui pengalaman nyata yang ia praktekan dalam memecahkan permasalahan yang ada di lingkungannya.

Lebih lanjut guru yang dulunya adalah aktivis di kota malang ini menjelaskan bahwa kegiatan sperti ini ada beberapa kelompok dengan permasalahan yang berbeda-beda. Masing-masing kelompok harus menemukan isu dan strategi pemecahan isu dilingkungannya masing-masing. Kebetulan pada sore hari ini kelompok yang fokus kegiatannya pada masalah sampah di kawasan pendakian Gunung Panderman.

Bhagus Pratama selaku ketua komunitas mengatakan, kegiatan ini kami lakukan karena kami selalu melihat banyaknya sampah disekitar lingkungan pendakian, apalagi setiap hari jumat, sabtu, dan minggu ketika kami membantu orang tua mencari rumput selalu ada sampah plastik yang berserakan.

Kami senang melaksanakan kegiatan ini karena untuk menjaga alam sekitar kami, harapannya dengan kegiatan kami para pendaki yang umurnya jauh di atas kami bisa sadar untuk tidak meninggalkan sampah di kawasan gunung panderman. Seperti slogan yang saya buat untuk para pendaki cukup tinggalkan jejakmu jangan sampahmu, imbuhnya lagi.*Jab