Agent Of Change Is Back
Cari Berita

Advertisement

Agent Of Change Is Back

25 Sep 2019


Oleh: Muhammad Hadiaturrahman, M.Pd
Dosen Social Studies IAIN Madura

Indikator Malang - Agent of Change merupakan julukan yang sering ditujukan kepada Mahasiswa, julukan tersebut didasari bahwa mahasiswa dianggap sebagai pioner-pioner intelektual yang diharapkan membawa perubahan dimasa depan bagi bangsa dan negara.

Seorang mahasiswa selain kewajibannya menutuntu ilmu di perguruan tinggi sesuai bidang keilmuan masing-masing, mahasiswa juga berperan sebagai kelompok penggerak yang mengajak atau bersama masyarakat bersama-sama melakukan perubahan kearah yang lebih baik.

Sejarah negeri ini mencatat beberapa kontribusi besar yang dilakukan mahasiswa sejak pada masa Orde lama dan sampai pada Reformasi tahun 1998 yang monumental.

Dari situlah kita dapat melihat berapa pentingnya peran mahasiswa dalam keikutsertaan untuk mengawal dan melakukan perubahan yang semata-mata untuk memperjuangan nasib rakyat.

Gerakan Mahasiswa Pasca Reformasi

Gerakan mahasiswa pasca reformasi semakin hari semakin lesu dan ghiroh perjuangan serta wacana intelektualnya seakan-akan semakin luntur, entah karna semakin nyaman dengan dunia yang saat ini telah terfasilitasi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi atau memang sudah bukan jamannya untuk turun kejalan memperjuangkan nasib rakyat.

Hal ini dirasakan semakin minimnya pemberitaan tentang aksi mahasiswa diberbagai media. Selain itu, tidak jarang beberapa aksi yang dilakukan mahasiswa terindikasi ditunggangi oleh kelompok-kelompok yang berkepentingan politik kekuasaan.

Akhir-akkhir ini pun mahasiswa sempat kehilangan kepercayaan masyarakat dan menimbulkan stigma negatif karna setiap aksi yang dilakukan selalu berakhir anarkis dan merusak fasilitas umum.

Namun demikian peran mahasiswa sebagai agent of change tidak boleh luntur karna gerakan yang dilakukan oleh mahasiswa hakikatnya merupakan gerakan moral yang murni digerakkan oleh idealisme yang murni tanpa ada intervensi dari manapun.

Mahasiswa sebagai Agent of change is back




Revisi UU KPK yang saat ini menjadi fokus persoalan ditingkat nasional akhirnya telah membangunkan aktor-aktor intelektual muda untuk turun kejalan memperjuangkan nasib bangsa dan negara.

Dukungan dari berbagai elemen masyarakatpun seakan menjadi tambahan spirit bagi mahasiswa untuk menguatkan perjuangan melawan korupsi. Aksi –aksi yang dilakukan secara serentak diberbagai kota dan daerah untuk menolak Revisi UU KPK telah menjadi bukti bahwa kehadiran mahasiswa sangat dibutuhkan untuk mengawal kebijakan pemerintah serta menunjukkan eksistensinya sebagai moral force.

Harapan kedepan semoga mahasiswa Indonesia selalu konsisten melakukan kajian-kajian kebijakan publik mengasah intelektualistas dan melakukan diskusi-diskusi ilmiah dan apabila dirasa sudah ada ketidakadilan yang merugikan rakyat maka disaat itulah mahasiswa harus bergerak untuk berjuang.  “HIDUP MAHASISWA INDONESIA”.