Achmad Fajar; Bukan Saatnya Pemuda Bicara Soal Klasik
Cari Berita

Advertisement

Achmad Fajar; Bukan Saatnya Pemuda Bicara Soal Klasik

3 Sep 2019

Ahmad Fajar ketika Mengisi Materi di Diskusi Inclussiv Class (Dokpri) 25/08/2019

Indikatormalang.com - "Lesser ekonomi yang akan membentuk generasi milenial untuk Produktif" pungkas Achmad Fadjar, Ketua KNPI Jawa Timur. Selasa (3/09/2019)

Hal ini disampaikan dalam forum diskusi Strategi Politik Kebudayaan yang bertajuk "Ijtihad Kebangsaan Kaum Muda" yang digelar oleh Komunitas Inclussive di Equal Coffee, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang (25/08) lalu.

Demisioner Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang kini  menjabat sebagai ketua umum KNPI Jawa Timur ini menilai bahwa sudah saatnya pemuda Indonesia tidak lagi membahas hal - hal klasik.

"Masalah kita saat ini bukan lagi soal Primordial tapi yang pantas kita bicarakan adalah persoalan globalisasi. Misalnya ketika saya di berlin teman - teman saya menangis karena anak - anaknya hari ini tidak ada lagi yang perduli dengan orangtua, dan tidak ada lagi yang bernama kebersamaan," Pungkasnya.

Sambungnya," di Jerman kebersamaan ini sangat sulit dijumpai. Semua ini adalah dampak dari Revolusi industri yang akan mengancam nilai gotong royong, dan ini yang menjadi tantangan bagi teman - teman Pemuda. Jepang, Cina dan Jerman hari ini telah masuk pada era Revolusi industri 5.0 contohnya Olimpiade di Jepang yang akan datang, 2020 Taksi di Jepang akan menggunakan Robotaxi. Ini tantangan untuk generasi muda Indonesia," Tegas Pemuda yang akrab di sapa Fajar ini.

Ketua KNPI Jawa Timur yang juga masuk dalam list lima besar Calon Bupati Kabupaten Malang ini ketika ditanyakan mengenai situasi  politik dan keamanan nasional yang akhir - akhir ini semakin tidak menentu menegaskan bahwa hal ini terjadi karena Indonesia  sudah melanggar Ijtihad Bangsa.

"Indonesia sudah melanggar ijtihad bangsa pada saat reformasi pasca 1998. Kondisi stabilitas politik kita terlihat kurang bagus. Nah, dari kondisi stabilitas politik seperti inilah yang akhirnya berdampak pada keamanan sosial," tuturnya.

Reporter: Jab
Editor      : Redaksi
Pemred   : Jab