Diskusi Strategi Politik Kebudayaan akan Digelar Inclusive Class
Cari Berita

Advertisement

Diskusi Strategi Politik Kebudayaan akan Digelar Inclusive Class

22 Agu 2019


Pesta demokrasi Pilpres 2019 kali lalu membawa dampak yang cukup berarti bagi ingatan publik, tidak terkecuali publik akademik, terlepas ingatan tentang Pilpres 2019  itu sangat buruk maupun baik. Politik pada prinsipnya bukan ihwal perebutan kekuasaan semata – mata, melainkan politik sebagai salah satu jalur strategis pengutamaan pengamalan nilai etis kebudayaan, artinya praktik politik pratis perlu didasarkan kaidah moralitas kebudayaan yang luhur, bangsa ini tidak kekurangan dalam hal kebudayaan.

Pada bulan agustus ini hampir semua lapisan masyarakat Indonesia di berbagai pelosok tanah air turut merayakan peringatan Dirgahayu Republik Indonesia ke 47.

Hari Ulang tahun Republik Indonesia kali ini bertema “ Menuju Indonesia Unggul ”, hal tersebut tentu menjadi sebuah isyarat, bahwa bangsa ini memiliki keinginan besar melahirkan manusia – manusia dengan berkualitas terbaik.

Oleh karnanya kami menghimbau dan mengajak segenap generasi muda tanah air, untuk mengisi peringatan hari kemerdekaan ini secara subtansial, melalui forum diskusi publik yang akan kami agendakan pada tanggal 25 Agustus 2019, kami ingin memberi sinyal refletif untuk membangun kesadaran generasi muda tentang arti kebudayaan dan keIndonesiaan. Kegiatan semacam ini perlu mendapat sorotan publik agar generasi muda senantiasa berpegang teguh terhadap tradisi berfikir keintelektualan dan keindonesiaan.

Diskusi Publik tersebut mengangat tema “Strategi Politik Kebudayaan” Ijtihad Kebangsaan Kaum Muda. Agenda tersebut akan diselenggaan oleh Komunitas Inclusive, kami telah mempersiapkan jauh – jauh hari, kami mengundang para pembicara dari berbagai tokoh organisasi kepemudaan seperti, Ketua Umum Dewan KNPI Jawa Timur, Ahmad Fajar, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur, Ahmad Sobrun Jamil dan Ketua Umum PC GP Ansor Kota Malang, serta dipandu oleh moderator Pegiat Inclusive, Nanang A, Daud,

Kaum terpelajar yang tergabung dalam komunitas Inclusive, ingin mengajak seluruh generasi muda berpartisipasi aktif dalam mempromosikan nilai – nilai keindonesiaan, sebagaimana semboyan trisakti Bung Karno, Berdaulat secara ekonomi, berdaulat secara politik dan berkepribadan dalam kebudayaan.

Sudah saatnya generasi muda mengambil peranan penting dalam perbaikan kualitas manusia Indonesia lebih unggul. *Jab*