OTT Korupsi Bawang Putih , 11 Pejabat Terjaring KPK
Cari Berita

Advertisement

OTT Korupsi Bawang Putih , 11 Pejabat Terjaring KPK

9 Agu 2019

Sorce. Jatim.net

Indikatormalang.com - Operasi senyap yang dilakukan Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak Rabu (7/8) lalu malam hingga Kamis (8/8) dini hari sukses. Operasi Tangkap Tangan (OTT) ini  menjaring 11 orang terkait kasus dugaan korupsi impor bawang putih. Jumat (09/08/2019)

Perihal penangkapan ini sebagaimana dihimpun dari berbagai Media, dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan. "Ya benar, sejak Rabu malam hingga pagi ini, KPK telah membawa total 11 orang ke gedung KPK untuk proses pemeriksaan lebih lanjut".

"KPK sebelumnya menerima informasi akan terjadi transaksi terkait dengan rencana impor bawang putih ke Indonesia. Setelah kami cek di lapangan, diketahui ada dugaan transaksi menggunakan sarana perbankan," kata Basaria sebagaimana yang dilansir dari republika.co.id.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengantakan, anggota DPR yang diduga terlibat suap impor bawang putih itu tengah berada di Bali ketika OTT dilakukan.

“Apakah itu kongres atau apakah itu, saya belum tahu pasti. Baru itu saja, hanya sebatas itu. Bisa saja dari Partai Golkar ke Bali piknik. Yang jelas di Bali sedang ada kongres PDIP. Apakah ada kaitannya tidak disebutkan, saya belum tahu pasti detailnya," kata Alexander.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengiyakan pernyataan Alexander terkait anggota DPR yang ditangkap tim Satgas KPK. “Yang pasti satu orang ini perjalanannya diduga dari Bali kemudian ke Jakarta dan kami jemput di Bandara Soekarno-Hatta. Jadi, tim langsung ditugaskan ke sana dan dibawa ke kantor KPK," kata Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, kemarin.

Sebagaimana kabar yang dihimpun Antara, anggota Komisi VI DPR RI yang dimaksud adalah Nyoman Dhamantra dari Fraksi PDIP. Febri mengungkapkan, penangkapan itu didahului diringkusnya orang kepercayaan anggota terkait. "Karena sebelumnya KPK sudah mengamankan orang dekat atau orang kepercayaan dari anggota DPR RI ini sehingga dari sana ditemukan bukti-bukti bahwa kami harus mengamankan satu orang lagi yang merupakan penyelenggara negara dalam kasus ini," kata Febri.

Menurut Febri, penyidik KPK menyita sejumlah barang bukti, termasuk di antaranya bukti transaksi perbankan yang diduga menggunakan money changerdengan nilai lebih dari Rp 2 miliar. “Jadi, ada transfer yang menggunakan fasilitas money changer yang kami indikasikan ditujukan untuk salah satu anggota DPR RI di Komisi VI terkait impor bawang putih," kata Febri.

Menurut Febri, penyidik KPK menyita sejumlah barang bukti, termasuk di antaranya bukti transaksi perbankan yang diduga menggunakan money changerdengan nilai lebih dari Rp 2 miliar. “Jadi, ada transfer yang menggunakan fasilitas money changer yang kami indikasikan ditujukan untuk salah satu anggota DPR RI di Komisi VI terkait impor bawang putih," kata Febri diakhir wawancara.

Saat ini, bukti uang dalam bentuk dolar AS diamankan dari orang kepercayaan anggota Komisi VI DPR RI tersebut. Hingga semalam, kata dia, KPK telah menangkap 12 orang, termasuk anggota Komisi VI tersebut, yang dibawa tim KPK dari Bandara Soekarno-Hatta.

Reporter: (Pewarta RPK)
Editor     : Jab
Pemred : Damanhury Jab