Organisasi, Jembatan Penemuan Jati Diri Mahasiswa
Cari Berita

Advertisement

Organisasi, Jembatan Penemuan Jati Diri Mahasiswa

21 Agu 2019

Foto penulis

Kini apakah suasananya tetap sama? Sayangnya, aku tak melihat lagi kelas yang padat oleh debat. Kuliah dilalui dengan cara sederhana: datang-dengarkan lalu pulang. Tak ada yang terlambat masuk kelas dan tak ada yang tertinggal ketika pulang. Mirip tontonan bioskop ketimbang kuliah. Kini anak-anak muda bercanda di kantin atau berpetualang dengan gadgetnya. Kampus makin padat sekaligus kian sesak. Mereka duduk bersama tapi tak menyapa. Mereka berdekatan tapi tak berteguran. Yang luas adalah tempat parkir dan selalu diberi spanduk untuk keluar bawa karcis atau STNK. Kerapkali aku bingung ini kampus atau kantor Satlantas.
(Eko Prasetyo)

Menjadi Mahasiswa bukan hal yang mudah namun akan terasa mudah jika kita mau menjalaninya dengan baik. Caranya adalah kita sebagai mahasiswa harus menjalankan kewajiban kita sebagai mahasiswa dengan semestinya. Lantas, bagaimana cara menjadi mahasiswa semestinya?

Menjadi mahasiswa jangan jadi mahasiswa yang biasa-biasa saja, "Hal ini sering disampaikan salahsatu senior sekaligus teman belajar saya setiap kali memberi motivasi". Ketika mata mulai terbuka melihat bahwa kita harus mampu mengikuti arus pergaulan kampus. Tentunya itu yang memberikan dampak positif bagi perkuliahan kita.

Di kampus kita harus membiasakan diri untuk bisa menunjukan rasa sosial yang tinggi, dan itu bisa kita dapatkan salah satu penunjang terbesarnya adalah dengan bergabung kedalam organisasi. Baik intra kampus maupun ekstra kampus setiap universitas ataupun setingkat perguruan tinggi.

Mengapa demikian? Tentu pertanyaan seperti ini akan muncul. Perlu diketahui bahwa organisasi itu sangat tidak bisa di pisahkan dengan orang-orang yang menimba ilmu di kampus.

Iya, memanng demikian adanya. Menduduki jenjang perkuliahan merupakan salah satu bentuk manifestasi Tuhan kepada kita serta motivasi membangun sebagai anak bangsa, sebab tidak semua orang mendapatkan kesempatan ini. Dengan kesempatan emas ini seyogyanya anak - anak mampu untuk kemudian menjadi anak-anak yang berkualitas bagi bangsa yang baru merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaannya yang ke 74.

Sekilas saya ingin sampaikan betapa beruntungnya Saya bisa menjadi satu diantara ratusan mahasiswi di salah satu kota yang banyak melahirkan aktor politik dan Akademis Intelektual ini. Namun ada yang aneh dengan tujuan saya. Saya malah semakin bersemangat adalah ingin tahu jati diri sayaitu seperti apa. Tentu sebagian dari pembaca-pun pernah mengalami hal ini. Berapa Banyak penafsiran di luar sana tidak jarang orang memberitahu bahwa untuk mengetahui jati diri seseorang sebenarnya adalah ketika sudah berada di dunia kampus. Entah benar ataupun tidak.

Satu tahun berlalu saya  berproses menjadi seorang mahasiswi. ternyata untuk menjadi mahasiswa yang luar biasa tidak hanya dan tidak mungkin hanya sebatas menjadi mahasiswa kupu-kupu "kuliah-pulang" atau mahasiswa kunang-kunang "kuliah nangkring". Namun tidak juga belajar full time di Indekost mampu menjadikan seorang pemudi menjadi mahasiswa yang tidak biasa - biasa saja.

Ternyata bukan itu, bahwa menjadi mahasiswa di katakan sempurna jika sesorang bisa merasakan yang namanya Organisasi. Kenapa harus organisasi

Saya adalah salah satu mahasiswi Fakultas Agama Islam yang sedang menggeluti pendidikan di . Saya juga berhimpun di salah satu organisasi besar ekstra kampus yakni Himpunan mahasiswa Islam (HmI)
Berbagai pelajaran, pengalaman serta terus berproses dalam organisasi ini (HmI), tidak saya sedari banyak sekali manfaat yang saya rasakan.

Dalam berorganisasi kita dilatih untuk menjadi mahasiswa yang tangguh, memanage waktu sebaik mungkin, aktif di ruang perkuliahan, punya respon yang tinggi terhadap lingkungan dan banyak lagi.

Dengan  berorganisasi dapat kita rasakan manfaat - manfaatnya yakni mudah tercapainya tujuan bersama, melatih mental, memudahkan kita dalam penyelesaian masalah, meningkatnya wawasan kita, melatih jiwa kepemimpinan, pembentuk kepribadian, kemandirian, menjadi ajang pembelajaran yang sangat sangat baik untuk generasi serta masih banyak lainnya.

Dengan begitu mahasiswa berorganisasi sangat penting sekali bagi jiwa - jiwa muda yang memiliki semangat juang yang tinggi bagi pembaca sekalian.

Dengan berorganisasi menjadi proses yang sangat mujarab untuk melatih setiap individu menjadi pribadi - pribadi yang sesungguhnya. Mari berhimpun, temukan jati diri anda dengan berorganisasi manfaatnya adalah anda telah mempersiapkan diri menjadi orang yang tidak biasa - biasa.

Jadilah dirimu seperti Soekarno yang percaya bahwa ilmu tekhnik bukan untuk membangun gedung saja tapi membangun jiwa rakyat yang sedang ditindas. Jadilah seperti Hatta yang mempelajari ilmu ekonomi untuk melahirkan konsep koperasi. 


Oleh     : Nurfitri Rahamawati Date
Status :Mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab, fakultas agama islam.
Kader HMI FAI UMM.