NU dan Muhammadiyah Berpontensi Head To Head
Cari Berita

Advertisement

NU dan Muhammadiyah Berpontensi Head To Head

20 Agu 2019

ilustrasi Gambar

Diskusi dengan tema 'Kabupaten Malang Mencari Pemimpin' digelar pada Jumat (16/8) berlangsung istimewa.  Selasa (20/08/2019)

Diskusi yang digelar oleh Malang Post ini di Graha Malang Post dengan menghadirkan dua pimpinan Ormas besar di Kabupaten Malang. Yaitu Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang, Dr. Mursidi MM dan  Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dr. Umar Usman.

Tampak keduanya bersemangat hadir dalam kegiatan diskusi rutin yang digelar Malang Post ini. Apalagi secara latar dan eksistensi dua tokoh tersebut juga masuk dalam bursa Calon Bupati Malang. Keduanya ingin menyumbangkan gagasan atau ide terkait pembangunan untuk kemajuan Kabupaten Malang ke depan. Mereka duduk berdampingan selama diskusi berlangsung.

Menariknya, kali ini Muhammadiyah menyatakan bakal turun langsung dalam panggung politik. Sehingga kedua ormas besar itu berpotensi head to head dalam Pilkada Kabupaten Malang. Menurut Mursidi, Pilbup kali ini menjadi kali pertama Muhammadiyah di Kabupaten Malang turun langsung.

Dalam diskusi yang dipimpin langsung oleh Pemred Malang Post, Dewi Yuhana itu, Mursidi mengakui, jika selama ini Muhammadiyah, tidak pernah melakukan perang terbuka dalam Pilkada. Lebih banyak di balik layar dan malu-malu kucing. Menurut Mursidi, hal ini sangat wajar, karena Muhammadiyah bukanlah parpol, dan tidak terlibat dalam politik praktis.

Ia sendiri menyatakan siap maju dalam Pilkada Kabupaten Malang. Ini nanti akan menjadi tonggak sejarah. Sebab, dengan berani tampil ini akan diikuti oleh daerah-daerah lainnya. Mursidi yang datang dengan timnya, mengaku sudah siap menyongsong Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malang tahun 2020 mendatang.

"Kalau melakukan kegiatan belum, hanya melakukan diskusi dengan tim, satu minggu bisa dua sampai tiga kali. Untuk mencari rumusan," katanya.

Dia pun mengatakan dalam diskusi yang sudah digelarnya dengan tim ini, pihaknya sudah melahirkan slogan. Yaitu 'Maju Makmur'. Slogan inilah yang nanti dibawa Mursidi maju dalam Pilkada Kabupaten Malang tahun depan.
"Kalau dulu pak Rendra mengusung Madep Mantep Manetep, kami melanjutkannya dengan Maju Makmur," tambahnya sembari tersenyum.

Tekad bulat Mursidi untuk maju Pilkada ini, selain permintaan dari masyarakat, dia juga mendapat dukungan penuh dari Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM). Dia juga mengaku sudah membentuk tim, yang terus bergerak.

Sementara persiapan lainnya, Mursidi mengaku sudah mulai turun ke masyarakat untuk penggalangan data dan pengumpulan KTP.

"Kami menggalang identitas warga, karena ormas kami tidak bisa mengusung, sehingga kami pun berpikiran maju melalui jalur independen dulu," ungkapnya.

Penggalangan data ini dilakukan agar saat berangkat dalam perhelatakan Pilkada nanti tidak terkendala dengan persyaratan. "Kami melakukan pengumpulan data dulu, jalan independen dulu. Tapi jika nanti dalam perjalanan, ada partai melirik, ya kami pun sudah sangat siap," tambahnya.
Dalam diskusi yang juga diikuti oleh Redaktur Pelaksana Malang Post, Bagus Ary Wicaksono, Koordinator Liputan, Vandri Van Battu, Sekretaris Redaksi, Abdul Halim,  redaktur, dan  wartawan juga fotografer Malang Post ini Mursidi tak lupa mengenalkan program. Di antaranya masalah pendidikan.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur RS Universitas Muhammadiyah Malang mengatakan bidang pendidikan menjadi program prioritasnya, tak lain adalah untuk memajukan dunia pendidikan dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Dan paling disorot Mursidi saat diskusi Jumat lalu adalah tentang kondisi guru dengan status PNS.

Dia menyebutkan, salah satunya Kabupaten Malang sedang mengalami krisis guru berstatus PNS. Kondisi ini harus ditindaklanjuti secara cepat. Karena peran guru sangat krusial, selain memajukan dunia pendidikan, untuk berperan untuk untuk membangun SDM (Sumber Daya Manusia) yang unggul.
Ditanya apakah sudah memiliki visi dan misi, Mursidi pun menggelengkan kepala. Persiapan yang dilakukan Mursidi dan timnya belum sejauh itu. "Kalau konsolidasi sudah dilakukan. Tapi belum sampai pada pembahasan tentang konspirasi politik. "Belum kalau itu. Baru konsolidasi saja," tambahnya.

Sementara dr. Umar Usman pun tidak mau kalah. Meskipun organisasi yang dipimpinnya bukan partai politik, tapi secara pribadi dia mengaku siap diusung, jika ada partai yang mengusungnya.

Dalam diskusi yang digelar mulai pukul 13.00 ini, Umar mengatakan jika untuk pencalonan atau siapa yang diusung dan itu merupakan kader NU, maka sesuatu aturan yang dibuat, dia harus mengundurkan diri sebagai kader. Tidak terkecuali dirinya. Umar yang menjabat sebagai Ketua PCNU Kabupaten Malang ini siap meninggalkan kursi jabatannya sebagai Ketua PCNU, jika ada partai yang mengusungnya.

Dalam diskusi tersebut, Umar pun tak mengelak, jika beberapa waktu lalu, Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar mengumpulkan warga Nahdliyin. Kegiatan yang dihadiri ratusan jamaah NU ini dikatakan Umar belum menyebutnya nama  tokoh NU yang maju. Tapi dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh para Kiai se Malang Raya sudah membahas sosok seorang pemimpin.

Disinggung bahwa namanya namanya juga disebut sebagai calon kuat yang akan maju di Pilkada nanti, Umar pun tersenyum.

"sejatinya kami kader NU hanya menunggu saja. Karena kami (NU) tidak memiliki kapasitas untuk mengusung calon. Yang dapat mengusung calon adalah partai politik. Tapi demikian, kami siap jika nanti rekom partai jatuh ke kami," tandasnya.

Sementara Dewi Yuhana mengatakan, diskusi dengan tema Kabupaten Malang Mencari Pemimpin ini akan digelar beberapa kali, dan akan mengundang para calon.

"Sebelumnya kami Malang Post memuat berita  terkait persiapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malang. Dan berita ini direspons apik oleh masyarakat," katanya.

Hana begitu Dewi Yuhana akrab dipanggil menyebutkan, dalam berita dengan judul Tokoh Lokal Bersaing Dengan Tokoh Nasional itu puluhan nama tokoh dimunculkan. Menurut Hana, munculnya nama para tokoh tersebut  bukan asal-asalan. Tapi kemunculan nama tokoh itu, setelah Malang Post melakukan survey di Lapangan.

"Kegiatan diskusi ini sendiri rutin kami gelar, dengan tema yang berbeda-beda," tambahnya.

Diskusi ini sendiri berlangsung gayeng. Selain awak redaksi, diskusi ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh. Di antaranya pemerhati politik Universitas Negeri Malang Nurudin Hadi dan Rektor Universitas Raden Ahmad, Kepanjen, Dr. Hasan Abadi MAP. Hadir pula tokoh muda NU Agus Sa’dulloh.

Sumber: Malang Post
Editor   : Jab
Redaksi: Indikator Malang