KKN 74 Gandeng Balai Penyuluhan Pertanian Lakukan Penyuluhan Pembuatan Pupuk Kompos dan KRPL
Cari Berita

Advertisement

KKN 74 Gandeng Balai Penyuluhan Pertanian Lakukan Penyuluhan Pembuatan Pupuk Kompos dan KRPL

7 Agu 2019

Doc (KKN 74 Tulungagung)

Indikatormalang.com - Tulungagung- Mahasiswa KKN kelompok 74 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Desa Sawo Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung dibawah bimbingan Ganjar Adhywirawan S, S.Pi., M.P mengadakan program penyuluhan dan praktek pembuatan pupuk kompos & KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari). Rabu (7/08/2019)

Penyuluhan dilakukan di Posko Wanita KKN 74 UMM Desa Sawo, Selasa (6/08). Penanggung Jawab "program penyuluhan dan praktek pembuatan pupuk kompos dan KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari)" Divisi Lingkungan Ika Fitrianik kepada pewarta menjelaskan, acara ini dilaksanakan guna untuk memberikan edukasi kepada ibu-ibu Desa Sawo mengenai proses pembuatan pupuk kompos dan KRPL.

"Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Divisi Lingkungan.
Ketersediaan pangan dalam jumlah yang cukup sepanjang waktu merupakan keniscayaan yang tidak dapat terbantahkan. Hal ini yang menjadikan anggota Divisi Lingkungan untuk membuat program kerja ini, agar kedepannya setiap rumah tangga diharapkan dapat mengoptimalisasi sumberdaya yang dimiliki, termasuk pekarangan dalam menyediakan pangan bagi keluarga," tuturnya.

Sambungnya, "Tujuannya agar ibu-ibu desa sawo dapat memanfaatkan sisa limbah rumah tangga menjadi hal yang bermanfaat dan memiliki nilai jual serta ibu-ibu Desa Sawo dapat memanfaatkan pekarangan yang ramah lingkungan dan kemandirian pangan,” Ujar Ika.

Ary Erawati Saputri, SST selaku pemateri menjelaskan langkah-langkah pembuatan pupuk kompos dari sampah rumah tangga dan pelaksanaan KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari). Dia menerangkan, bahwa hal-hal yang harus dipersiapkan adalah alat berupa wadah berukuran besar dengan penutup (tong atau ember) dan sarung tangan dan bahan yang digunakan adalah limbah atau sampah rumah tangga, tanah, dan air.

Langkah-langkah yang di lakukan untuk pembuatan pupuk kompos ini adalah masukan tanah selanjutnya kedalam wadah yang telah diisi dengan sampah organik, siram permukaan tanah tersebut menggunakan air secukupnya, masukan sampah organik kedalam wadah pastikan sampah disimpan secara merata, masukan tanah kedalam wadah, kali ini tanah berperan sebagai penutup sampah, kemudian tutup wadah dengan rapat dan biarkan sekitar 3 minggu. Pastikan wadah pembuat pupuk kompos tidak terkontraminasi oleh air hujan dan hewan, kemudian pastikan juga wadah tidak terkena sinar matahari.

Ari melanjutkan, langkah – langkah dalam pelaksanaan KRPL adalah campurkan tanah, kompos, dan arang sekam dalam sebuah wadah dengan komposisi campuran 2 bagian tanah, 1 bagian kompos dan 1 bagian arang sekam ( 2 : 1 : 1 ), aduk  hingga merata dan siapkan pot atau polybag masukan campuran tersebut kedalamnya, kemudian siram dengan air agar media tanam menjadi padat, dan bibit tanaman siap ditanam.

Harapannya kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan rumah tangga secara ekonomi dan sosial dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi secara lestari, menuju keluarga dan masyarakat yang sejahtera serta terwujudnya diversifikasi pangan dan pelestarian tanaman pangan lokal.

Reporter : Ranita Musilafona
Editor      : Jab
Redaksi   : Indikatormalang.com