Kampanyekan Peduli Lingkungan dan Perilaku Hidup Bersih, Ini yang Dilakukan KKN 109 UMM
Cari Berita

Advertisement

Kampanyekan Peduli Lingkungan dan Perilaku Hidup Bersih, Ini yang Dilakukan KKN 109 UMM

9 Agu 2019


Indikatormalang.com - Penyuluhan lingkungan hidup dan perilaku hidup bersih berbasis Wiyatamandala di gelar di Pujon Kidul, Kabupaten Malang. Jumat (9/08/2019)

Kegiatan yang diadakan oleh Mahasiswa KKN kelompok 109 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini diikuti oleh  250 orang Siswa yang terdiri dari Siswa SDN Tawangsari 1 dan MI Miftahul Ulum. Dengan rangkaian demonstrasi 6 langkah cuci tangan berdasarkan World Health Organization (WHO) dan kerja bakti lingkungan Sekolah yang melibatkan Pihak Sekolah dan berlangsung di SDN Tawangsari 1 pada 8 dan 9 Agustus dengan lancar.

Salsabilla Rihadatul Aisy, penanggung jawab kegiatan menjelaskan kepada pewarta bahwa "sejatinya program ini direalisasikan sebagai bentuk dedikasi kepada masyarakat terkait permasalahan pendidikan, utamanya di tataran sekolah dasar. Wawasan wiyatamandala merupakan metode bagaimana siswa lebih mencintai lingkungan, salah satunya adalah Sekolah. Karena selain menjadi tempat belajar, sekolah juga menjadi tempat bermain bagi anak dan konsep ini sama sekali tidak menegesampingkan sisi edukatif dunia pendidikan".

Sambungnya, “Intinya yang kami harapkan adalah bagaimana adik-adik ini merasa nyaman berada di Sekolah, sehingga mereka sendiri menganggap bahwa dunia pendidikan adalah lingkungan yang menyenangkan. Menurut saya, akan lebih pedagogis ketika kita mampu mengkamuflasekan pendidikan sebagai permainan, sehingga menjadi ruang yang nyaman bagi anak, dan itu terjawab dalam rangkaian metode yang kami sajikan”. Pungkas Mahasiswi Fakultas Kedokteran ini.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan dan penyampaian tujuan penyuluhan dari pihak KKN 109, Kemudian dilanjutkan oleh panitia pelaksana acara dengan  memberikan hiburan pada peserta. Video ajakan menjaga kebersihan lingkungan, diputar guna membangun kesadaran dan kemauan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya acara diisi dengan sesi tanya jawab berhadiah sebagai reward bagi peserta.

“Tentunya karena kami mengharapkan penyuluhan ini sebagai sesuatu yang memulai perbaikan pola hidup di Sekolah, itulah makanya tidak hanya sebatas materi saja yang kami sajikan, tapi adik-adik ini kita tuntun dan langsung di demonstrasikan. Itu tadi, tantang bagaimana mencuci tangan yang baik, kami ajarkan langsung ke praktiknya di wastafel Sekolah,” Pungkas Salsabila.

Salsa menambahkan bahwa, treatment menggunakan kebiasaan sehari-hari seperti cuci tangan dan menggunakan alam dalam kegiatan kerja bakti di Lingkungan Sekolah, sejatinya membuat siswa menciptakan sendiri lingkungan yang membuat mereka nyaman, namun tetap dalam koridor pendidikan.

Dari pihak sekolah, Ummah mengungkapkan bahwa kegiatan penyuluhan berbasis wiyatamandala ini adalah upaya yang harus tetap dijalankan dan dibiasakan pada anak. Ia mengungkapkan bahwa penyuluhan ini adalah salah satu bentuk metode ajar yang memerlukan sustainabilitas.

Senada dengan itu, Kepala Sekolah SDN Tawangsari 1 kepada awak media mengatakan bahwa dengan adanya Mahasiswa KKN 109 UMM,  sangat membatu kerja guru dalam menanamkan nilai-nilai keseharian pada siswa, meskipun panitia kegiatan hanya diberikan waktu kurang lebih dua jam per-harinya.

“Saya rasa cukup menarik bagi kami untuk turut serta memantau kegiatan teman-teman KKN UMM, apalagi bisa dikatakan ini benar-benar terprogram dan dijalankan secara masif dalam dua hari ini. Setidaknya anak-anak didik kami memahami dan mampu mengimplementasikannya. Ya, mungkin kakak-kakaknya ini yang menyenangkan bagi mereka, apalagi dikasih hadiah juga iyo to mas ?, anak-anak pasti suka dan semangat belajarnya”. Ucap Ummah saat penyuluhan sedang berlangsung.

Kegiata diakhiri dengan penyampaian terima kasih dari pihak KKN 109 UMM kepada peserta dan pihak Sekolah atas partisipasinya. Dalam penyampaiannya, penanggung jawab kegiatan menegasakan bahawa hasil dari penyuluhan ini harus dijadiakan sesuatu yang diwajibkan sehingga menjadi sebuah kebiasan yang baik, terlepas bagaimana improvement Bapak Ibu guru nantinya.

Reporter     : BSG
Editor          : Ovin
Pemred      : Damanhury Jab