Tri Sentra Pendidikan
Cari Berita

Advertisement

Tri Sentra Pendidikan

6 Jul 2019


Apakah anda pernah mendengar kata full day, bagi sebagian pelajar tentu tidak asing lagi dengan kata itu. Kebijakan itu digunakan setelah diterapkannya K13. Sudah jelas jika para pelajar di Indonesia menghabiskan waktunya lebih banyak di sekolah. Dimulai jam 07:00 WIB mereka sudah masuk, dan pada jam 16:00 WIB mereka keluar. Oleh karena itu wali murid memasrahkan anaknya kepihak sekolah. 

Namun, hal itu tidak sepenuhnya dibenarkan karena pendidikan terhadap anak tidak hanya didapat di bangku sekolah, namun juga pendidikan dalam keluarga dan pendidikan di dalam lingkungan atau masyarakat. Pendidikan dalam keluarga, masyarakat, dan sekolah. Ketiga peran tersebut saling berkaitan satu sama lainnya. Jika kita hanya mendominasi sebagian, komposisi tersebut menjadi tidak imbang.

Namun, mengenai pembentukan karakter peran keluarga menjadi lebih dominan. Jika anak tersebut dari dalam sudah terbentuk kepribadian yang baik, maka yang kedua adalah faktor sekolah. Sekolah memiliki peran penting kedua, mengapa demikian?, karena anak lebih banyak menghabiskan waktu mulai pagi sampai sore di sekolah. Dan yang terakhir adalah lingkungan masyarakar.

Lingkungan masyarakat memiliki pengaruh terhadap tingkah laku anak. Pendidikan di dalam rumah memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak. Karena pembentukan karakter yang lebih mudah terdapat pada anak usia dini. Sebagai orang tua kita harus mengetahui hal tersebut, dan mulai menerapkannya katika anak masih kecil supaya anak menjadi terbiasa dan memiliki karakter yang baik ketika dia sudah tumbuh dewasa. Orang tua seharusnya menerapkan sifat jujur, pemaaf, rajin, disiplin, dan mandiri. 

Sifat-sifat tersebut harus diterapkan ketika anak usia dini supaya dia terbiasa dengan sifat-sifat tersebut. Lain halnya jika sifat itu baru diposisikan ketika anak sudah mulai tumbuh dewasa. Orang tua tidak menitipkan dan memasrahkan anak mereka kepihak sekolah tanpa ikut campur tangan sedikitpun, dan ketika anak terlibat permasalahan atau mengalami penurunan karakter orang tua tidak langsung menyalahkan pihak sekolah. Karena, kondisi keluarga juga mempunyai pengaruh terhadap pekembangan anak, terutama untuk perkembangan psikologisnya.

Di dalam rumah komunikasi antara anak sama orang tua harus dibangun dengan baik dan suasana keluarga juga diusahakan lebih harmonis, nyaman, dan tentram. Jadi, anak akan menjadi lebih senang tinggal dirumah daripada keluar bermain bersamateman-temannya. Oleh sebab itu pendidikan dalam keluarga diharapkan mampu memaksimalkan perannya dalam pembentukan karakter anak. Pendidikan dalam sekolah memliki peran penting kedua setelah keluarga. Anak lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah apalagi setelah diterapkannya sistem belajar full day.

Selain memberikan materi, pihak sekolah juga melakukan upaya pembentukan karakter atau moral. Aturan di sekolah wajib dipatuhi oleh semua warga sekolah tanpa terkecuali. Jika aturan tersebut dilanggar maka akan dikenakan sanksi. Sanksi yang diberikan bukan hanya denda ataupun fisik, melainkan hukuman yang memiliki manfaat serta tidak terlalu memberatkan.

Sanksi yang diberikan miliki ukuran yang sama dengan peraturan yang dilanggar, dan jika mereka masih tetap melanggar berulang kali dan pelanggaran itu termasuk dalam kategori berat maka pihak sekolah boleh memanggil orang tua siswa dan melakukan musyawarah bersama. Di dalam lingkungan sekolah guru sebaiknya memberikan contoh kepada siswanya, bagaimana dalam bertindak-tanduk dengan yang lebih tua maupun yang lebih mudah. Dalam menjaga kebersihan, sekolah tidak perlu memakai jasa cleaning service untuk membersihkan, tetapi mengajak warga sekolah untuk bergotong-royong membersihkan dan menjaga kebersihan.

Siswa juga diharapkan aktif dalam berorganisasi, karena menjadikan siswa memiliki tanggung jawab dan secara tidak langsung akan menjadi pribadi yang dewasa. Pendidikan dalam masyarakat, ini memiliki kedudukan ketiga setelah keluarga dan sekolah. Dalam masyarakat kita akan memperoleh pelajaran hidup, yang tidak bisa diambil dari bangku sekolah dan keluarga.

Masyarakat adalah pendidikan nonformal, yang secara langsung ataupun tidak langsung akan memberikan kita tentang pelajaran hidup, bagaimana kita bersosialisasi dengan baik, saling menghargai, saling menyangi, dll.

Dalam masyarakat kita lebih kepada praktek atau penerapannya. Masyarakat ada yang negatif dan positif, tinggal bagaimana kita menghadapi atau menyikapi hal tersebut. Jika kita mengamati kehidupan dalam masyarakat kita akan memperoleh pelajaran yang sangat berharga. Namun, kita juga harus pandai dalam memilih antara yang baik dan benar dan juga yang salah.

Pendidikan tidak mengenal tempat, dimanapun kita berada kita akan belajar jika kita dapat mengambil sisi positif dari apa yang kita lakukan. Belajar juga tidak mengenal usia dan status. Selagi kita mempunyai kemauan maka belajar tidak mengenal kata terlambat. “Pendidikan tetaplah pendidikan. Kita harus belajar apapun, kemudian memutuskan mana yang akan kita ikuti. Karena pendidikan bukanlah persoalan hitam atau putih, barat atau timur.

Pendidikan adalah manusia itu sendiri”. Apapun itu yang penting esensi dan menuntut ilmu itu sendiri bisa terwujud, karena inti dari pendidikan adalah bagaimana supaya setiap insane dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak paham menjadi paham, dari kebodohan menuju kepada pencerahan.

Penulis: Nazihatun Najiba