TPST 3R Mulyoagung, Mengulas Riwayat Pendirian Hingga Jadi Percontohan Nasional
Cari Berita

Advertisement

TPST 3R Mulyoagung, Mengulas Riwayat Pendirian Hingga Jadi Percontohan Nasional

18 Jul 2019

TPST 3R Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang (Dokpri)

Indikatormalang.com - Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang dibalik kesuksesannya sebagai TPST Percontohan Nasional dalam mengatasi permasalahan sampah di tataran Regional hingga Nasional, ternyata menyisahkan kisah yang menegangkan sekaligus menginspirasi. Kamis, (18/07/2019)

Sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua Pengelola TPST Mulyoagung F. Supadi dalam wawancara bersama pewarta indikatormalang.com pada Kamis 18/07/2019.

Dalam wawancara ini, F Supadi menjelaskan bahwa "pendirian TPST ini  berawal pada tahun 2008 lalu dimana Kepala Desa Mulyoagung saat itu terancam diperadilkan karena permasalahan pencemaran Sungai Berantas. Saat itu pembuangan sampah oleh masyarakat Desa Mulyoagung  masih berada di belakang Stadion Mulyoagung, Dusun Sengkaling, tepatnya di bantaran kali brantas".

Sambungnya, "TPST 3R (reduce, reuse dan recycle) ini berawal dari sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Cipta Karya di Desa Mulyoagung pasca kejadian pencemaran Kali Brantas ini".

"Setelah melalui perjuangan yang cukup berat akhirnya TPST berbasis 3R ini berhasil dibangun pada Bulan Desember tahun 2010  melalui sumber dana APBN, APBD, PNPM, CSR serta swadaya masyarakat dan mulai beroperasi pada tahun 2011". Pungkas Kepala TPST yang saat ini kerapkali melanglang buana dalam pelatihan penanganan permasalahan sampah di berbagai wilayah di Indonesia.

Saat ini, TPST 3R Mulyoagung dikelola oleh masyarakat melalui wadah kelompok Swadaya Masyarakat Mulyoagung Bersatu dengan pekerjanya terdiri dari 89 warga Desa Mulyoagung dengan tingkat penanganan sampah sejumlah 72m Kubik per hari. Sekaligus sebagai TPST percontohan Nasional yang selalu menjadi objek studi penanganan sampah dari berbagai penjuru Indonesia.

Reporter: Jab
Editor    : FRH
Redaksi : Fajar