Inflasi Cabai Nasional Tembus 0,12 Persen
Cari Berita

Advertisement

Inflasi Cabai Nasional Tembus 0,12 Persen

27 Jul 2019


Inflasi Cabai Rawit di Indonesia pada bulan ini cukup mencengangkan yakni mencapai 0,12 persen. Sabtu, (27/07/2019)

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia Pery Warjiyo kepada awak media. Kepada awak media Gubernur BI ini mengatakan bahwa "Penyebab tingginya harga cabai adalah jadwal panen di luar musim dan pola konsumsi masyarakat yang lebih memilih cabai segar".

Sambungnya, "pola konsumsi masyarakat juga, sebaiknya ingin pedas tapi tidak mesti fresh. Kan Sudah semakin banyak cabai kering enak. Kita biasakan cabai kering. Geprek pakai cabai kering sama saja". jelasnya.

Menanggapi permasalahan cabai ini, Kementerian Pertanian mengakui bahwa saat ini petani cabai sedang menghadapi tantangangan kemarau. Setidaknya jumlah debit air mengakibatkan sejumlah petani di wilayah pulau jawa harus membeli air guna menjaga kualitas cabainya.

Kasubdit Aneka Cabai dan Sayuran Buah Direktorat Jenderal Tanaman Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan), Mardiyah Hayati sebagaimana yang dilansir oleh republika bahwa "Saat ini sejumlah petani di wulayah sentra cabai mengeluh permasalahan pasokan air. Bahkan yang ekstream lagi adalah sejumlah petani di wilayah Malang, Blitar dan Cianjur nekat beli air tangki".

Kendatipun demikian, menurur Mardiyah di beberapa wilayah sudah ada petani yang melakukan panen. Ketersediaan air menjadi faktor kesuksesan panen tersebut hingga hasil panen dapat disupplay ke pasar.


Reporter: Jab
Editor    : Redaksi