Beredar Video Amoral Oknum Pejabat Daerah: Mahasiswa Malang Angkat Bicara
Cari Berita

Advertisement

Beredar Video Amoral Oknum Pejabat Daerah: Mahasiswa Malang Angkat Bicara

23 Jul 2019

Foto Penasehat IPPELMAS Malang (Eriton) //Dokpri

Indikatormalang.com - Merespon video amoral yang ditengarai melibatkan salah satu oknum pejabat di Pemda Simeulue, Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Simeulue Malang (IPPELMAS Malang) meminta agar dibuka seterang-terangnya ke publik. Selasa (23/07/2019)

Sebagaimana yang disampaikan oleh Dona Kurniawan selaku Ketua IPPELMAS Malang. "Persoalan ini perlu diungkap kebenarannya ke publik seterang-terangnya karena ini menyangkut marwah Kabupaten Simeulue"

Sambungnya, "Kami juga meminta apabila video tersebut tidak benar atau hoax sebaiknya yang bersangkutan segera memberikan klarifikasi kepada masyarakat Simeulue dan melaporkan pihak-pihak yang menyebarkan video tersebut karena mencemarkan nama baik orang nomor wahid di Simeulue tersebut" ujar Dona.

Senada dengan itu, Dewan Pertimbangan IPPELMAS Malang, Eriton, meminta kepada DPRK untuk membentuk Pansus untuk mencari titik terang persoalan kasus amoral tersebut.

"Agar tidak menjadi bias, ada baiknya DPRK segera membentuk Pansus agar persoalan ini terang ke masyarakat, tidak ada spekulasi macam-macam."

Penggagas Peduli Demokrasi Malang Raya itu berharap kepada masyarakat agar jeli melihat setiap persoalan yang ada. Jangan sampai masyarakat terseret pelanggaran UU ITE kalau isu ini tidak benar.

"Kami tidak ingin ada masyarakat awam yang diseret-seret nantinya terkait kasus ini karena pelanggaran UU ITE",

Pada kesempatan yang sama, mahasiswa Pegiat Gazebo Literasi ini juga meminta jangan sampai isu ini dikapitalisasi untuk kepentingan politik kelompok tertentu. "Jangan sampai ini dimanfaatkan kelompok tertentu untuk kepentingan pribadi, Pilkada masih jauh", Imbuhnya.

Di akhir wawancara ini Ketua IPPELMAS Malang periode 2017-2018 menegaskan bahwa menanggapi permasalahan ini  semuanya harus fair, siapapun yang melanggar hukum berhadapan dengan proses hukum, siapapun itu.

Reporter : Fm
Editor      : Fitrah
Redaksi   : Fajar