Hasil Penelitian, Tenaga Medis Rentan Mendua
Cari Berita

Advertisement

Hasil Penelitian, Tenaga Medis Rentan Mendua

7 Mei 2019

Ilustrasi / Gambar : StockImage
Indikatormalang.com - Baru-baru ini sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang bekerja di industri tertentu memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk tidak setia.

Studi ini mengamati bahwa pria dan wanita yang bekerja di industri tertentu seperti perniagaan memiliki peluang lebih tinggi untuk menemukan pasangan lain, angkanya mencapai 20 persen.

Menurut direktur komunikasi situs tersebut, Isabella Mise, hal itu akibat dari tidak menentunya jam kerja orang-orang yang bekerja di industri niaga (berdagang), sehingga sangat mudah bagi mereka untuk berselingkuh.

"Pekerjaan dalam perdagangan sering kali memiliki jam kerja yang tidak teratur. Sering terstruktur dalam pekerjaan shift yang berarti lebih mudah untuk berselingkuh dengan mitranya," kata Mise.

Sementara itu, seorang pengusaha menempati posisi ketiga sebagai pekerja yang rentan berselingkuh dengan persentase 11 persen dan dikatakan bahwa mereka cenderung mengambil alih kehidupan seks mereka dengan cara melakukan bisnis.

Di sisi lain, 23 persen dari responden wanita yang bekerja di bidang medis seperti dokter dan perawat rentan untuk berselingkuh.

"Kombinasi dari jam panjang potensi stres yang dicampur dengan reaksi alami terhadap stres mungkin menjadi alasan para wanita dalam profesi medis berselingkuh," kata Mise.

Dilansir dari laman World of Buzz, di bawah ini adalah daftar lengkap bidang pekerjaan pria dan wanita yang rentan berselingkuh.

Laki-laki : 1) Perdagangan 29 persen. 2) Teknologi Informasi 12 persen. 3) Pengusaha 11 persen. 4) Ritel atau perhotelan 8 persen. 5) Keuangan 8 persen. 6) Pemasaran komunikasi 6 persen. 7) Medis 5 persen. 8) Legal 4 persen. 9) Pendidikan 4 persen. 10) Seni dan hiburan 3 persen. 11) Pertanian 3 persen. 12) Pekerjaan Sosial 2 persen.

Perempuan : 1) Medis 23 persen. 2) Pendidikan 12 persen. 3) Pengusaha 11 persen. 4) Keuangan 9 persen. 5) Pekerjaan sosial 9 persen. 6) Ritel dan perhotelan 9 persen. 7) Teknologi Informasi 8 persen. 8) Komunikasi Pemasaran 4 persen. 9) Perdagangan 4 persen. 20) Legal 4 persen. 11) Seni dan hiburan 4 persen. 12) Politik 1 persen.