Sikapi Pilpres 2019, Aliansi Para Pengungsi Deklarasi Dukungan Bagi Pemilu Indonesia
Cari Berita

Advertisement

Sikapi Pilpres 2019, Aliansi Para Pengungsi Deklarasi Dukungan Bagi Pemilu Indonesia

30 Mar 2019


doc.pribadi


Indikatormalang.com - Para pengungsi dari Aliansi Pengungsi dan Pencari Suaka (APPS) ikut memberikan dukungan dalam pesta demokrasi pada 17 April mendatang. Mereka mendeklarasikan dengan beberapa harapan penting tentang hadirnya pemimpin yang memberikan keadilan dan menjunjung kemanusiaan.

Muhammad Zubair perwakilan pengungsi menjelaskan posisi Indonesia yang cukup giat dalam memberikan jaminan keamanan terhadap para pengungsi. Dirinya mengungkapkan, peran Indonesia luar biasa dalam memberikan tempat bagi para pengungsi yang memiliki latar belakang konflik dari negara masing-masing. Untuk itu dirinya sangat berharap pemilihan mendatang dapat menghasilkan pemimpin yang cinta akan kemanusiaan.

“Negara ini sudah kami anggap rumah sendiri, dan kami selalu akan patuh pada aturan yang diselenggarakan negara ini, tentu sudah jelas semua pengungsi wajib mendukung pemilu damai di negara ini,” ungkapnya pada sela diskusi, Sabtu (30/3).

Masalah pengungsi di Indonesia memang sepat disorot karena negara ini tidak ikut dalam penandatanganan Konvensi Pengungsi tahun 1951. Berdasarkan data UNHCR Sejak Oktober 2017 ada sekitar 5.700 pencari suaka dan pengungsi datang ke Indonesia. Sekalipun demikian Indonesia banyak dapat pujuan Internasional karena mampu memberikan perhatian kemanusiaan dan keadilan.

Zubair menjelaskan para pengungsi juga harus melakukan tindakan kontributif karena hidup dan diberikan perhatian keamanan oleh republik ini, tentu Zubair dan para pengungsi lain akan ikut tertib saat perhetan pesta demokrasi nanti.

“Kita tentu tak mau menjadi beban negara ini, sikap ini akan memjadi bukti bahwa kami ikut mendukung pemilihan di Indonesia,” tegasnya.

Ada beberapa hal dalam deklarasi yang dibacakan. Pertama,  aliansi para perngungsi dan pencari suaka berterima kasih atas perlindungan dan penerimaan bangsa ini terhadap pengungsi.

Kedua, para pengungsi akan ikut berkontribusi dalam menjaga dari segala bentuk ancaman dan  yang dapat mengacaukan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketiga, pada tahun politik 2019 ini, para pengungsi ikut mendukung pelaksanaan Pemilu dan pilpres secara tertib.

Keempat, para pengungsi mendukung pemerintah untuk memberikan rasa aman menjelang tahun politik 17 April nanti.

Husein Ja’far Al-Hadar pengamat timur tengah memandang deklarasi dari para pengungsi ini cukup baru dan sangat positif. Melihat posisi Indonesia yang tidak ikut menadatangi Konvensi Pengungsi tahun 1951 tentu setiap warga negara dengan status sebagai pengungsi atau pencari suaka patuh terhadap aturan maupun nilai ideologi yang dipegang oleh negara ini.

“Para pengungsi yang datang dari berbagai negara umumnya mereka dari negara yang dilanda kecamuk konflik mau tidak mau wajib meninggalkan segala ideologi mereka masing-masing dan berusaha berbaur dengan sistem yang dianut kita,” katanya.


Penulis    : De Rantau
Editor     : De Rantau