Perangi Sampah Plastik, Sutiaji Akan Terbitkan Perwal
Cari Berita

Advertisement

Perangi Sampah Plastik, Sutiaji Akan Terbitkan Perwal

Muhammad Marhaen
12 Mar 2019

 <b>Indikatormalang.com</b> - Menurut Walikota Malang Sutiaji jumlah sampah plastik di Kota Malang sudah mencapai 243 ton per-tahun. Kondisi tersebut sangat memprihatinkan, sehingga harus terus ditekan. <br/><br/> "Untuk mengurangi sampah plastik yang terus meningkat setiap tahunnya, perang terhadap kemasan plastik kami digencarkan kembali" terang Sutiaji, Senin (11/3/19). <br/><br/> Menurutnya, ada beberapa strategi yang telah dan akan dilakukan. Untuk mempercepat pengendalian sampah plastik, pihaknya akan segera menerbitkan Peraturan Walikota. <br/><br/> Sementara, beberapa strategi yang telah dilakukan adalah mendorong para ASN untuk tidak banyak menggunakan kantong plastik. <br/><br/> "Sejak 2019, setiap Organisasi Perangkat Daerah sudah diminta untuk mengurangi kemasan plastik dalam setiap kegiatan. Lebih baik membawa botol atau bekal dari rumah,” tambah Sutiaji. <br/><br/> "Ini juga berlaku untuk Puskesmas dan Rumah Sakit." pungkas Sutiaji. <br/><br/> Untuk di kota malang sendiri, gerakan perang melawan sampah plastik telah dilakukan oleh beberap pihak swasta seperti hotel dan beberapa restoran. <br/><br/>
Seorang Aktivis Lingkungan Hidup Melakukan Aksi Kampanye Diet Tas Kresek disalah Satu Sudut Kota Malang / Foto : Tempo.co
Indikatormalang.com - Menurut Walikota Malang Sutiaji jumlah sampah plastik di Kota Malang sudah mencapai 243 ton per-tahun. Kondisi tersebut sangat memprihatinkan, sehingga harus terus ditekan.

"Untuk mengurangi sampah plastik yang terus meningkat setiap tahunnya, perang terhadap kemasan plastik kami digencarkan kembali" terang Sutiaji, Senin (11/3/19).

Menurutnya, ada beberapa strategi yang telah dan akan dilakukan. Untuk mempercepat pengendalian sampah plastik, pihaknya akan segera menerbitkan Peraturan Walikota.

Sementara, beberapa strategi yang telah dilakukan adalah mendorong para ASN untuk tidak banyak menggunakan kantong plastik.

"Sejak 2019, setiap Organisasi Perangkat Daerah sudah diminta untuk mengurangi kemasan plastik dalam setiap kegiatan. Lebih baik membawa botol atau bekal dari rumah,” tambah Sutiaji.

"Ini juga berlaku untuk Puskesmas dan Rumah Sakit." pungkas Sutiaji.

Untuk di kota malang sendiri, gerakan perang melawan sampah plastik telah dilakukan oleh beberap pihak swasta seperti hotel dan beberapa restoran.