Negeri Penuh Pencuri
Cari Berita

Advertisement

Negeri Penuh Pencuri

5 Des 2018

Photo (nerv) edit inn ( Jab)

Indikatormalang.com- Indonesia negara kepulauan yang sangat kaya atas sember daya alam nya. Terdapat berbagai macam suku dan budaya. Ratusan pulau yang beraneka ragam kekayaan yang dimiliki.  Semua menjadi satu kesatuan yaitu Republik Indonesia.

Semua itu menjadi fasilitas untuk membuat negeri ini menjadi negeri yang maju dan diperhitungkan di Asia maupun Dunia.  Namun, apa daya jika sumber daya negeri tercinta ini penuh dengan pencuri? Ya, Pencuri ini berdasi atau yang sering dengan nama Koruptor.

Koruptor sering melakukan kejahatan dan tidandakan tercela yang biasa disebut dengan nama Korupsi. Hal ini dilakukan dimana-mana, dilakukan terang terangan seakan tak punya malu. Kata  korupsi menjadi kata yang tak asing lagi ditelinga masyarakat Indonesia yang telah “fasih” akan kekecewaan kepada pemimpin yang korupsi.

Seorang pakar pelukis sekaligus wartawan dan penulis memberikan sebuah komentar “kenapa orang Indonesia selalu mempromosikan batik dan reog? Padahal korupsilah budaya kita paling mahal” inilah salahsatu contoh isi hati dari masyarakat Indonesia yang begitu kecewa nya terhadap para pemimpin yang tak amanah dalam mengemban kepercayaan dari masyarakat Indonesia. Pemimpin yang seharusnya menjadi contoh dan tauladan, tapi mengingkari harapan masyarakat Indonesia.

Masalah korupsi yang terus menerus bukanlah perkara mudah untuk dipecahkan dan diberantas. Perlu adanya kesadaran dari para pemimpin bahwa masyarakat sangat merindukan adanya kemajuan. Indonesia perlu adanya pemimpin yang dapat dipercaya atas jabatanya. Korupsi demi korupsi telah menggerus kepercayaan masyarakat Indonesia kepada pemerintahan Indonesia. Tak bisa dibiarkan terus menerus masalah yang sangat serius ini, jika tak mau negeri tercinta ini menjadi hancur lebur karena pencuri.

Perlu adanya perubahan mendalam dinegeri ini, perlu adanya revolusi mental, perlu adanya pemimpin haus untuk memulai perjuangan demi tanah air dan negeri tercinta dengan menjalankan semua amanah dari masyarakat Indonesia. Harapan yang selalu dihembuskan dari masyarakat demi mewujudkan negeri tanpa korupsi. Tapi, harapan itu tinggal harapan semata ketika  sungguh mengenaskan akhir ini begitu banyak kasus korupsi, paling parahya di Kota Malang yang 41 anggota dari 45 jumlah DPRD menjadi tersangka KPK. Kasus tersebut semakin membuat masyarakat tak percaya, masyarakat semakin geram akan tingkah laku para pemimpin yang tak bisa dipercaya.  Apalagi dalam kurun waktu belum sampai setahun 3 Kepala Daerah malah mengenakan Rompi Orange Juga.

Selain perang melawan ego dan fanatisme di negeri ini, ada satu lagi musuh yang perlu kita tumpas yaitu Korupsi. Perangilah korupsi demi mewujudkan cita-cita bangsa dan leluhur. Korupsi adalah penyakit yang tak bisa disembuhkan oleh siapapun kecuali diri sendiri. Korupsi begitu menjadi momok negeri ini yang bagaikan tembok besar china yang menghalangi laju negeri untuk terus tumbuh. Hancurkan tembok itu, jika ingin maju.

Penulis:  Agung Sukma Aji
Editor : Damanhury Jab
Publisher: Jab