Metode Pendidikan yang Ideal
Cari Berita

Advertisement

Metode Pendidikan yang Ideal

31 Des 2018


Foto Penuls

Indikatormalang.com - Sistem pendidikan merupakan salah satu faktor dalam penilaian kualitas pendidikan. Dari sinilah, sekolah dinilai seberapa jauh mutu pendidikannya. Undang-undang sistem pendidikan nasional No.20 tahun 2003 pasal 1 ayat 1 menyampaikan kepada pemerintah dan pemerintah daerah agar ketika diselenggarakan sistem pendidikan dapat terjamin kualitasnya untuk setiap warna negara (Uno, dkk.,2012). Harapannya, sistem pendidikan ini dapat dirancang dengan kualitas yang bagus dan terjamin.

Terwujudnya sistem pendidikan yang bekualitas, dapat dinilai melalui metode pendidikannya. Penilaian terhadap metode tersebut menunjang proses pembelajaran  agar jauh lebih baik dariapada sebelumnya. Selain itu, penilaian ini dapat meningkat mutu pembelajaran di sekolah. Apabila mutu pembelajaran tersebut berkualitas, maka sekolah tersebut tidak diragukan kualitas pendidikannya.

Penilaian merupakan proses mengumpulkan informasi yang digunakan dalam membuat kepututsan-keputusan mengenai kurikulum, siswa, program-program, kebijakan pendidikan, dan instrumen pendidikan lainnya (Uno,dkk.,2012). Evaluasi penilaian ini memberikan pengaruh besar terhadap sekolah. Alangkah baiknya, metode pendidikan tersebut dirancang dengan baik dan maksimal
Darmadi (2017) menyatakan bahwa metode merupakan tata cara kerja yang bersistem, tujuannya untuk mempermudah jalannya suatu perencaan agar tercapai tujuan yang sudah ditentukan. Dalam penerapan metode, hal yang harus diperhatikan adalah perkembangan anak didik dari awal hingga usai pembelajaran. Penilaian ini sudah menunjukkan bagaimana  perkembangan dan pertumbuhan suatu lembaga sekolah.

Salah satu metode pendidikan yang ideal diimplementasikan dalam strategi pembelajaran. Peningkatan kualitas belajar mengajar sangat perlu di sekolah. Hal ini dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah tersebut. Seorang guru dituntut dalam mengembangkan metode pembelajaran yang tepat. Harapannya, metode ini dapat mengembangkan potensi anak didik dalam pembelajaran. 

Metode yang diterapkan sebagai stategi pembelajaran dapat dijadikan acuan metode dalam proses belajar mengajar. Apabila mengacu pada learning strategy, strategi tersebut dapat mengeksposiskan anak didik mempunyai peluang untuk menggunakan variasi konsep pembelajaran di sekolah. Variasi konsep pembelajaran dapat menunjang kualitas penidikan. Oleh karena itu, diharapkan perencaan variasi tersebut dapat memberikan kenyamanan dan ransangan baik terhadap anak didik.

Dalam realitanya, strategi pembelajaran selama ini masih belum melakukan dengan maksimal. Pada dasarnya pengkonsepan pembelajaran dapat mengarahkan anak didik agar mendapatkan proses belajar yang sesuai. Selain itu, pemblelajaran juga dapat melihat kondisi individu dari setiap anak didik. Apabila menerapakan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi anak didik, maka akan menghasilkan pembelajaran yang ideal.

Dalam suatu lembaga sekolah, mutu pembelajaran dijadikan acuan sebagai penilaian kualitas pendidikan. Mutu pembelajaran ini menciptakan suatu metode pendidikan di sekolah. Metode pendidikan berpengaruh besar terhadap kualitas pendidikan. Harapannya, perencaan awal dalam metode pendidikan dapat direncakan sesuai kemampuan sekolahan tersebut. Apabila sekolah menargetkan metode yang tidak bisa terpenuhi, maka semua yang dijalankan tidak terlaksana.

Salah metode pendidikan yang  digunakan yaitu Learning Strategy. Strategi tersebut memilki relevansi terhadap keefektifan kegiatan belajar. Adanya strategi pembelajaran yang efektif dan inovatif dapat memberikan kualitas pengetahuan anak didik menjadi lebih baik daripda sebelumnya. Oleh karena itu, anak didik memerlukan strategi pembelajaran yang mengandung nilai-nilai positif dalam perkembangan potensi mereka.

Pada dasarnya hal yang memberikan pengaruh terhadap strategi pembelajaran adalah seorang pengajar. Apabila pengajar mampu mengajarkan sesuai dengan kemampuan, maka proses pembelajaran tersebut berjalan dengan baik. Banyak pengajar yang menggunakan strategi pembelajaran yang sangat baik, tetapi pengajaran tersebut tidak bisa tersampaikan secara optimal kepada anak didik. Hal ini dikarena strategi pembelajaran tersebut tidak sesuai dengan kemampuan peserta. Oleh sebab itu, pembelajaran harus menyesuaikan dengan kondisi individual anak didik.

Kondisi yang sering ditemukan adalah pendidik hanya memperhatikan anak didik secara keseluruhan. Kondisi ini terjadi dalam pembelajaran konvensional. Selain itu, hal seperti ini menjadi hambatan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Penerapan strategi pembelajaran dengan memperhatikan kondisi indivial anak didik dapat mengubah konsep pemikiran yang sebelumnya tidak paham menjadi paham. Harapannya, suatu lembaga sekolah dapat merumuskan strategi yang dapat merangkul semua perbedaan yang dimiliki oleh anak didik.

Nama    : Safira Rahmadita Ismara
Jurusan:Pend. Matematika
Edotot   :  Metode Pendidikan yang Ideal