Demi Bangun Jiwa Nasionalis, PKBM Ar-Rahman Adakan Pelatihan Kepemimpinan
Cari Berita

Advertisement

Demi Bangun Jiwa Nasionalis, PKBM Ar-Rahman Adakan Pelatihan Kepemimpinan

17 Des 2018


(doc.pribadi)

Indikatormalang.com - Di tengan kehidupan masyarakat yang majemuk, bangsa Indonesia membutuhkan sosok seorang pemimpin yang kuat yang dapat mewujudkan tatanan kehidupan yang maju, adil, makmur dan sejahtera. Nilai-nilai ideal harus sedari awal diajarkan serta ditanamkan dalam jiwa segenap anak muda bangsa supaya di kemudian hari mereka benar-benar dapat menjadi pemimpin yang kuat dan hebat.

“Setidaknya, pemimpin ideal itu harus modal yang kuat dalam aspek intelektualitas, spiritualitas, dan moralitas,” kata M. Mahrus Alvy  Alwahidy dalam acara Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar yang diselenggarakan oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat PKBM Ar-Rahman dengan tema ‘Membangun Generasi Muda Organisatoris dengan Jiwa Nasionalis’ di Bogor, Minggu (16/12).

Menurutnya, seorang pemimpin juga harus memiliki kemampuan dalam mengendalikan emosi. Stabilitas emosional menjadi kunci penting bagi seorang pemimpin dalam menghadapi ragam persoalan yang ada. “Jangan sampai ketika hendak menyelesaikan suatu permasalahan, emosinya meledak-ledak tak terkendali, bukannya memberi solusi malah menimbulkan masalah yang baru” ujarnya Alvy.

Di lain pihak, Aditya Darmadi menekannya arti pentingnya komitmen dan tangggung jawab seorang pemimpin. “Selain daripada ia adalah sosok yang cerdas dalam intelektialitas dan moralitasnya baik, seorang pemimpin juga harus memiliki komitmen dan tekad yang kuat untuk mewujudkan visi dan misi yang diembannya,” tambahnya.

Menurut Annalia Bahar, kehadiran seorang pemimpin yang baik juga harus dibarengi dengan adanya sebuah komunitas masyarakat yang baik pula. “Survei menyebutkan bahwa jiwa nasionalisme di kalangan anak muda mulai berkurang secara perlahan. Hal tersebut harus kita sikapi bersama bahwa harus ada upaya yang serius untuk menumbuhkembangkan jiwa dan semangat nasionalisme supaya bangsa ini dapat maju dan sejahtera tanpa mengorbankan nilai-nilai kemajemukan dan toleransi,” pungkasnya. [DR
]