Formad Jabodetabek Kaji Swasembada Garam Lokal Untuk Industri Nasional
Cari Berita

Advertisement

Formad Jabodetabek Kaji Swasembada Garam Lokal Untuk Industri Nasional

16 Nov 2018

doc.pribadi


Indikatormalang.com - Forum Mahasiswa Madura (Formad)  Jabodetabek  menganggap serius permasalahan impor garam yang beberapa kali dilakukan oleh pemerintah. Di samping itu, potensi kesejahteraan para petani lokal khsusnya di Madura yang memiliki lahan produksi garam terbesar di Indonesia seringkali mengalami kerugian. Formad Jabodetabek pun akhirnya mengadakan Seminar Nasional “ Swasembada Garam Untuk Kemanfaatan Petani Garam dan Industri Garam” bertempat di Syahida Inn, Kamis (15/11).

Ketua Formad Jabodetabek Achmad Khairi mengungkapkan bahwa selama ini potret kesejahteraan petani tembakau meresahkan bahwa masih ditemukan para petani harus dengan rela menimbun hasil garam yang dipanen karena dianggap tidak memilki kualitas yang baik bagi garam industri. Sehingga riskan menurutnya pemerintah mengambil kebijakan untuk melakukan impor.

”Kalau pemerintah sudah tahu demikian faktanya kenapa tidak melakukan siasat bagaimana garam kita juga bisa ditingkatkan kualitasnya,” ungkapnya.

Khairi menambahkan kedepan Formad Jabodetabek akan melakukan upaya seperti upaya penyuluhan mengeni prospek swasembada garam dengan pemerintah agar selalu tidak terjadi miskonsepsi yang berakibat kepada kesejahteraan petani lokal.

“Kita akan cari cara agar swasembada terus ada, kita akan terus memantau agar pemerintah selalu responsif,” katanya.

Arya selalu perwakilan dari Kementerian Perindustrian menyebutkan setidaknya da tiga indikator dalam skema penilaian produksi garam yakni kualitas, kuantinitas pasokan, dan, harga. Intinya kementerian mashy melakukan kajian agar petani dapat meningkatkan kualitas produksi.

“Selagi tidak terpenuhi maka mau tidak mau impor, tetapi akan terus berupaya agar tak melakukan impor dan masih dikaji,” tegasnya. [DR]