Maraknya Kasus Korupsi, Mahasiswa dan Akademisi Malang Lakukan Kajian Bersama
Cari Berita

Advertisement

Maraknya Kasus Korupsi, Mahasiswa dan Akademisi Malang Lakukan Kajian Bersama

23 Okt 2018

Seminar anti Korupsi & Deklarasi Damai Pilpres 2019

Indikatormalang.com - Tanggung jawab kaum intelektual memiliki peranan yang strategis. Kaum Intelektual dapat menjalankan peran sosialnya melalui berbagai aktivitas sosial, melakukan kajian terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat, atau memberikan, saran, kritik terhadap sebuah kebijakan publik.

Beriring desas-desus penuh intrik tertimpuk dibalik ricuhnya pertarungan hastag (#) di negeri ini. Ciduk – menciduk menjadi totonan menarik serta mengundang banyak viewer di berbagai media pemberitaan baik Televisi, Surat Kabar hingga Portal Berita Online. Semua mata kini semakin tertuju pada upaya yang kerapkali dilakukan oleh sebuah lembaga yang secara istilahnya dikenal sebagai auxilary institut ataupun auxilary organs atau dalam bahasa masyarakat awam dikenal dengan nama lembaga pemberantasan korupsi.

Seperti yang kita ketahui bahwa permasalahan Korupsi di Malang Raya dalam kurun waktu kurang dari satu tahun ini semakin merisaukan. Sudah tidak lagi menjadi rahasia umum bahwa Tiga Kepala Daerah di Malang Raya dan 41 anggota DPRD telah terseret kedalam jeruji besi dan memakai Rompi Orange lantaran melakukan tindakan pidana korupsi. Tentu saja dengan adanya kejadian ini memberikan tamparan keras dan menjadi aib masyarakat Malang Raya dan juga marwah serta nama besar Malang Raya yang dikenal sebagai kota pendidikan hingga ke seluruh pelosok negeri. Publik Malang Raya mungkin bertanya-tanya mengapa dalam kurun waktu kurang dari satu tahun 3 Kepala Daerah dan 41 anggota DPRD ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara.

Apakah hal ini memang murni dilakukan atas dasar pelanggaran yang ada dilapangan ataukah KPK bergerak atas dasar skenario besar. Tentulah rasa penasaran itu muncul sebagai bentuk dari reflektif mendalam terkait dengan kinerja KPK dan kasus yang baru-baru ini mencuat dan menjadi hangat.

Dengan melihat kondisi yang memiriskan saat ini, maka sudah semestinya ada upaya - upaya pengkajian melalui jalur akademik terutama di kalangan pemuda dan akademisi.

Dengan menghadirkan berbagai elemen yakni dari berbagai lapisan masyarakat Intelektual dan pergerakan, BEM Malang Raya, SEM-U UMM dan FPOTB akan menyelenggarakan kajian dengan tema "Malang diambang Maghrieb, Menuju #MalangRaya Tanpa Spasi" pada Selasa 24 Oktober besok pukul 13.00 wib di Aula BAU UMM.

Pastikan, Pembaca tidak ketinggalan dalam kajian fenomenal ini. Mari menata bangsa !!!

Reporter: Jab