Tanahnya Diserobot, Warga Tegalrejo Gugat PTPN XII Puluhan Triliun
Cari Berita

Advertisement

Tanahnya Diserobot, Warga Tegalrejo Gugat PTPN XII Puluhan Triliun

7 Sep 2018

Suasana Persidangan Saat Hakim Membacakan Keputusan Penundaan Sidang akibta Tidak Hadirnya Pihak Tergugat / Foto: MV

Indikatormalang.com - Puluhan warga Desa Tegalrejo Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) yang merasa tanah dan aset nereka diserobot oleh PTPN XII mendatangi Pegadilan Negeri Kepanjen untuk menghadiri sidang ke 2 terkait kasus yang membelit mereka, Kamis (6/9/18).

Dalam sidang perkara tersebut mereka menuntut ganti rugi sebesar Rp 30 Triliun. Namun, sidang kedua terpaksa ditunda akibat ketidakhadiran kuasa hukum dari pihak tergugat.

Menurut Mintarsa Anuraga, pengacara dari para penggugat mengatakan dengan ditundanya sidang kedua ini pihaknya tidak mempermasalahkan hal tersebut.

"Mereka (tergugat, red.) tidak menghadiri sidang itu adalah hak dari mereka. Ini merupakan proses perdata" ucap Mintarsa.

Menurutnya, jika tidak hadir lagi berati mereka telah mengugurkan haknya, dan bisa diputus secara in absentia.

Untuk diketahui, masyarakat menggugat PTPN XII Pancursari, PTP III Medan, Kementrian Dalam Negeri dan Badan Pertahanan Nasional yang telah menerbitkan Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) No.2 Tahun 2015 yang dikeluarkan oleh Badan Pertahanan Kabupaten Malang.

Dalam perjalanannya, SHGU No.2 Tahun 2015 dinilai cacat hukum dan ada upaya pemalsuan sehinga merugikan masyarakat Desa Tegalrejo sebagai pemilik aset.

Hingga berita ini ditulis, sidang akan ditunda hingga 11 Oktober 2018. Pihak pengadilan berharap kuasa hukum pihak pengugat agar bisa hadir secara lengkap, sehingga persidangan bisa cepat diselesaikan.