Duo Kakek Spesialis Rumah Kosong Diringkus Polisi
Cari Berita

Advertisement

Duo Kakek Spesialis Rumah Kosong Diringkus Polisi

8 Sep 2018

Indikatormalang.com - Polres Malang Kota berhasil mengamankan dua pelaku sepesialis pencurian rumah kosong. Mereka adalah Yupiter (53) warg Jalan Danau Bratan dan Pristiwanto (52) warga jalan Bareng.  Duo kakek-kakek spesialis rumah kosong ini sehari-harinya berprofesi sebagai tukang parkir dan penjual nasi goreng. Selama menjalankan aksinya mereka telah berhasil menyatroni sekitar 25 rumah di wilayah Kota Malang. Aksi pencurian tersebut dilakukannya sejak sejak tahun 2015.  Penangkapan kedua pelaku berawal dari laporan masyaraka yang merasa curiga dengan mereka saat membawa barang-barang mewah.   "Warga sekitar curiga. Pekerjaannya tukang parkir dan penjual nasi goreng, tapi setiap pulang ke rumah bawa barang-barang mewah," ungkap Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, Jumat (7/9/18).  Dalam operasinya para pelaku mengincar sejumlah rumah yang ditinggal penghuninya dengan keadaan lampu masih menyala di siang hari. Keduanya mencuri setelah sebelumnya berkeliling di berbagai tempat untuk mencari sasaran. Jika mereka melihat rumah kosong dengan tanda-tanda lampu penerangannya menyala di siang hari, merekapun beraksi.  "Para pelaku selama ini mengincar rumah tak berpenghuni dengan lampu masih menyala di siang hari," terang  Asfuri.  Ketika beraksi para pelaku berpura-pura menjadi tamu dengan mengetuk pintu. Begitu dipastikan tidak ada pemiliknya, pelaku kemudian mencongkel pintu dan jendela, lalu masuk ke dalam rumah, dan mengambil sejumlah barang berharga.  "Mereka berbagi tugas, satu masuk ke dalam rumah, yang satunya lagi mengawasi jika ada orang lewat," tambahnya.  Polres Kota Malang kemudian  mendalami adanya kemungkinan keterlibatan dua pelaku dengan 25 peristwa pencurian sebelumnya yang terjadi diwilayah Kota Malang.  "Selama ini kami juga mendapatkan 25 laporan dari masyarakat terkait pencurian di rumah kosong. Untuk memastikan apakah pelakunya kedua orang ini, masih menunggu hasil identifikasi," imbuh Asfuri.   Dari tangan pelaku Polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa televisi, laptop, handphone, sepeda motor yang digunakan saat mencuri, emas perhiasan, dan jam tangan.   Menurut pengakuan para pelaku, barang-barang yang didapatkan ini tidak dijual ke penadah tertentu. Hanya ditawarkan, bila harganya cocok barang langsung dilepas. Para pelaku beralasan, keduanya terpaksa melakukan aksi pencurian tersebut karena Faktor ekonomi.  Dari pengakuannya, para pelaku terakhir melakukan pencurian di Jalan Joyogrand dan Jalan Janti Barat. Pencurian dilakukan sekitar pertengahan Agustus dan awal September 2018.   Akibat perbuatannya, para pelaku terancam dijerat dengan pasal 363 KUHP yakni pencurian dengan pemberatan. Mereka terancam mendapatkan hukuman maksimal 7 tahun penjara.
AKBP Asfuri (kiri) Menunjukkan Salah Satu Barang Bukti yang Berhasil disita dari Tangan Para Pelaku dan (kanan) Para Pelaku Kristiwanto dan Yupiter / Foto : Ist.
Indikatormalang.com - Polres Kota Malang berhasil mengamankan dua pelaku sepesialis pencurian rumah kosong. Mereka adalah Yupiter (53) warg Jalan Danau Bratan dan Kristiwanto (52) warga jalan Bareng.

Duo kakek spesialis rumah kosong ini sehari-harinya berprofesi sebagai tukang parkir dan penjual nasi goreng. Selama menjalankan aksinya mereka telah berhasil menyatroni sekitar 25 rumah di wilayah Kota Malang. Aksi pencurian tersebut dilakukannya sejak sejak tahun 2015.

Penangkapan kedua pelaku berawal dari laporan masyarakat yang merasa curiga dengan mereka saat membawa barang-barang mewah ke rumahnya.

"Warga sekitar curiga. Pekerjaannya tukang parkir dan penjual nasi goreng, tapi setiap pulang ke rumah bawa barang-barang mewah," ungkap Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, Jumat (7/9/18).

Dalam operasinya para pelaku mengincar sejumlah rumah yang ditinggal penghuninya dengan keadaan lampu masih menyala di siang hari. Keduanya mencuri setelah sebelumnya berkeliling di berbagai tempat untuk mencari sasaran. Jika mereka melihat rumah kosong dengan tanda-tanda lampu penerangannya menyala di siang hari, merekapun beraksi.

"Para pelaku selama ini mengincar rumah tak berpenghuni dengan lampu masih menyala di siang hari," terang Asfuri.

Ketika beraksi para pelaku berpura-pura menjadi tamu dengan mengetuk pintu. Begitu dipastikan tidak ada pemiliknya, pelaku kemudian mencongkel pintu dan jendela, lalu masuk ke dalam rumah, dan mengambil sejumlah barang berharga.

"Mereka berbagi tugas, satu masuk ke dalam rumah, yang satunya lagi mengawasi jika ada orang lewat," tambahnya.

Polres Kota Malang kemudian mendalami adanya kemungkinan keterlibatan dua pelaku dengan 25 peristwa pencurian sebelumnya yang terjadi diwilayah Kota Malang.

"Selama ini kami juga mendapatkan 25 laporan dari masyarakat terkait pencurian di rumah kosong. Untuk memastikan apakah pelakunya kedua orang ini, masih menunggu hasil identifikasi," imbuh Asfuri.

Dari tangan pelaku Polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa televisi, laptop, handphone, sepeda motor yang digunakan saat mencuri, emas perhiasan, dan jam tangan.

Menurut pengakuan para pelaku, barang-barang yang didapatkan ini tidak dijual ke penadah tertentu. Hanya ditawarkan, bila harganya cocok barang langsung dilepas. Para pelaku beralasan, keduanya terpaksa melakukan aksi pencurian tersebut karena Faktor ekonomi.

Dari pengakuannya, para pelaku terakhir melakukan pencurian di Jalan Joyogrand dan Jalan Janti Barat. Pencurian dilakukan sekitar pertengahan Agustus dan awal September 2018.

Akibat perbuatannya, para pelaku terancam dijerat dengan pasal 363 KUHP yakni pencurian dengan pemberatan. Mereka terancam mendapatkan hukuman maksimal 7 tahun penjara.