Titik Sentral Adakan Kajian Riset Berwawasan Nusantara
Cari Berita

Advertisement

Titik Sentral Adakan Kajian Riset Berwawasan Nusantara

27 Agu 2018

Kajian Titik Sentral di Gazebo Literasi

Indikatormalang.com - Mengusung tema metodologi wawasan nusantara dengan paradigma Pancasila, komunitas Titik Sentral adakan agenda Ngobrol Riset, Kamis (23/08) bertempat di Gazebo Literasi Malang. Senin, (27/08/2018)

Dalam agendanya, komunitas yang didirikan oleh Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan (RPK) Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Malang Raya pada 30 Juli lalu mendatangkan Zulkarim Salampessy S.E, MSA sebagai pembicara tunggal.

Metodologi Wawasan nusantara merupakan salah satu pendekatan yang membawa Pancasila sebagai paradigma dalam penelitian-penelitian yang ada.

"Metode tersebut menjadi sebuah konsekuensi logis atas kesadaran kita menjadikan Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara Indonesia" Jelas Mahasiswa S3 Akuntansi Universitas Brawijaya.

Zulkarim menjelaskan bahwa dalam melakukan riset  atau penelitian menjadi kewajiban menggunakan metodologi wawasan nusantara.

Aktivis IMM tahun 2000an ini menjelaskan bahwa sangat miris lagi hampir seluruh Universitas terutama yang negeri menggunakan paradigma positivistik dan metodoligi kualitatif yang notabene di impor dari barat.

"Banyak negara-negara di Asia Pasifik yang mengambil kesimpulan bahwa harus membuat metodologi dan paradigma berdasarkan kearifan mereka sendiri" Terangnya

lebih lanjut zulkarim mengharapkan kepada para peneliti agar menggunakan metodologi wawasan nusantara dalam melakukan riset-riset saat ini dan masa depan.

Ditemui di sela-sela kegiatan, Ketua Bidang RPK sekaligus pencetus komunitas Titik Sentral Immawan Zaki Ma'ruf memaparkan bahwa diadakannya kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai riset kepada kader IMM sehingga mampu mengembangkan kemampuan dalam penelitian. 

Pria asal madura ini menambahkan bahwa setiap kader yang melakukan investigasi data, harapannya mampu mengolah data dengan baik dengan berbasis metodologi dan mampu melakukan advokasi dengan berbasis data yang valid.

Kegiatan tersebut di hadiri oleh perwakilan Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan (RPK) komisariat serta puluhan kader-kader IMM Malang Raya  (WRH)

Reporter: Abangda Jab