Puan Giring Perdamaian Bukan Sekedar Perlombaan
Cari Berita

Advertisement

Puan Giring Perdamaian Bukan Sekedar Perlombaan

4 Agu 2018


www.detiknews.com

Indikatormalang.com- Perjalanan menuju perhetalatan Asian Games 2018 nanti tidak saja bercerita soal medali emas. Ada sisi sosial dan kemanusian disusun di dalamnya. Pengarah Asian Games 2018 Puan Maharani sontak memberikan kejutan dengan mendatangai langsung Negara yang selalu terisolir secara politik oleh Negara-negara adi kuasa, Korea Utara.

Puan Maharani berjalan tegas dirinya bukan hanya menawarkan sapa antar kedua Negara tetapi sebuah upaya terbuka mengundang Korea Utara untuk berpartisipasi di Asian Games 2018. Inilaih sikap tuan rumah Indonesia lewat Puan Maharani kala mandapat mandat dari Presiden Jokowi.

Puan menerobos arus persepsi dunia yang menempelkan stigma stereotype kepada Korea Utama. Perdamaian di semenanjung Korea memang sedang panas. Tetapi sebagaimana Negara mendeka lainnya, Indonesia menghargai Korea Utara sebagai Negara berdaulat yang akan perpartisipasi di  ajang Asian Games 2018.

Apa yang di sampaikan Presiden Presidium Majelis Agung Republik Demokratik Korea Utara, Kim Yong Nam di Mansundae Assembly Hall lalu dengan nada apresiatif. Setidaknya tanda bahwa Indonesia sudah sejak lama membangun jalinan kerja sama. Puan setidaknya meneruskan jejak kakeknya Ir. Soekarno yang juga dikenal dekat denga  pendiri Korea Utara Kim Il Sung karena sama pernah menjadi Negara Non-Blok.

Puan Maharani seperti melempar suar keatap dunia bahwa Indonesia tidak membenci Korea Utara. Di luar suasana politik internasionalnya, bagi Korea Utara Asian Games bisa menjadi momentum pemulihan hubungan internasional tetangganya Korea Selatan. Kedua Negara ini 2 dari 45 negara yang akan berlaga nanti.
Kedatangan Puan juga memilki arti tersendiri bagi Korea Utara, pasalnya Puan mewakili Indonesia mengucapkan selamat ulang tahun kenegaraan pertama terhadap Negara yang dipimpin oleh Kim Jong Un yang jatuh pada tanggal 9 September 2018 merujuk tanggal berdiri Negara komunis tersebut.

Ada dua hal pesan bagi masyarakat Internasioanl dari pertemuan ini. Pertama, Indonesia menjadi Negara koperatif yang tak terkait dengan skema kepentingan blog kekuatan global. Karena pada dasarnya, Korea Utara juga mampu berpartisipasi dengan baik sebagai Negara lainya. Bertandangnya Puan Maharani, setidaknya menyeret persepsi ketakutan akan Korea Utara, dan meminimalisir kegerahan Korea Utara akibat sikap blokade Negara adi kuasa.

Kedua,Indonesia akan mampu menjadikan Asian Games tidak saja sebagai arena perlombaan semata, tetapi wadah dialog perdamaian antar Negara Asia. Tentu bagi Korea Utara akan menjadi keuntungan kembali untuk memperbaiki citra Negaranya di mata Negara-negara Asia di ajang  Asian Games 2018 nanti.

Pelan tapi pasti Puan menyusun bentuk Asian Games lebih ramah. Berangkat dari nilai-nilai keluhiran budaya adat Indonesia yang selalu terbuka bagi siapapun. Sikap inilah yang barangkali membuat citra Indonesia tidak membuat rasa takut Negara-negara Asian lainnya termasuk Korea Utara.

Sejarah kembali terulang, tahun 1965 Ir. Soekarno mengjak Kim Il Sung berkeliling kebun raya bogor melihat keindahan Indonesia. Kini Puan mengajak kembali Kim Jong Un dan negaranya singgah kembali. Pertemuan Kedua cucu mantan pemimpin kedua Negara tersebut bagai ikatan kesejarahan yang terulang pada ajang Asian Games 2018 nanti.


Penulis: Melqy Mochamad
(Direktur Lembaga Kajian Bangsa Jakarta)