Mahasisa Racik Ampas Tahu Menjadi Kerupuk
Cari Berita

Advertisement

Mahasisa Racik Ampas Tahu Menjadi Kerupuk

10 Agu 2018

KKN 39


indikatormalang.com-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 39 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu PKK dalam memanfaatkan ampas tahu yang tak terpakai menjadi kerupuk yang nikmat dan bergizi dengan nama “KERAMAT BRO” Kerupuk Ampas Tahu Banjarejo, Bertempat di Balai Desa Banjarejo,  Minggu (05/08/2018).

Koordinator Desa (Kordes) KKN 39 Muhammad Al-Amin Sholeh memaparkan, bahwasannya ide tersebut berawal dari hasil survey yang dilakukan kelompoknya. Selama ini Desa Banjarejo merupakan salah satu desa di Kecamatan Pagelaran yang warganya cukup banyak memproduksi tahu untuk dipasarkan.

Namun dalam proses pembuatannya, hasil limbah ampas tahu tersebut tidak pernah dimanfaatkan dan dibiarkan begitu saja, terkadang hanya dipakai sebagai makanan ternak.

“Maka dari itu kami selaku mahasiswa yang digelari agen of change ini akhirnya membuat sebuah terobosan, bagaimana memanfaatkan limbah ampas tahu ini menjadi sebuah makanan yang nikmat, lezat, sehat, dan tentunya bisa membantu mengangkat nilai ekonomi warga Desa Banjarejo, yakni dengan mengolanya menjadi kerupuk ampas tahu tersebut.” Ucap Mahasiswa yang juga berasal dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UMM tersebut.

Penyuluhan tersebut juga tidak hanya dilakukan pada ibu-ibu PKK saja, tetapi juga pemilik produksi tahu yang ada di Desa Banjarejo. Hal ini bertujuan untuk memberi edukasi kepada para pemilik produksi untuk memanfaatkan limbah ampas tahu yang selama ini hanya mereka buang.

“Kami memilih membuat kerupuk dari ampas tahu selain karna bahan dasarnya mudah juga pembuatannya tidak terlalu rumit, sehingga warga Desa Banjarejo tidak akan mengalami kesulitan.” Ujar Miya Hirmawati selaku CO dari Divisi Eknomi Kewirausahaan KKN 39 UMM.

Melalui ide kreatif pembuatan kerupuk ampas tahu inilah diharapkan bisa mendorong warga Desa Banjarejo untuk berani tampil dan memanfaatkan setiap peluang yang ada menjadi nilai tambah ekonomi.

“Tujuan dari KKN ini selain mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi juga mengajarkan para mahasiswa untuk hidup langsung dengan masyarakat, menjaga kerukunan dan juga bagaimana cara mengambil keputusan dengan bermusyawarah, sehingga terciptanya suatu ide dan gagasan yang sangat baik, salah satunya lahirlah KERAMAT BRO, yakni Kerupuk Ampas Tahu Banjarejo.” Ujar M. Irfan selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sekaligus penutup.

Reporter: (EkaYun)