Pemicu Bentrok Mahasiswa Papua dan Warga Dinoyo Malang
Cari Berita

Advertisement

Pemicu Bentrok Mahasiswa Papua dan Warga Dinoyo Malang

2 Jul 2018


Indikatormalang.com- Telah terjadi bentrokan antar mahasiswa Papua dan masyarakat Dinoyo Malang, Tepatnya Jalan MT. Haryono Gang 8.C pada Minggu, (1/6/2018).

Menurut Informasi yang diterima oleh wartawan Indikatormalang.com Konflik ini dipicu karena adanya aktivitas diskusi dan nonton Film Sejarah 1 Juli 1971 Proklamsi Bangsa West Papua yang di kumandangkan oleh Brigidir Zet Rumkorem  bertempat di victoria, kegiatan ini melibatkan Mahasiswa Papua dan beberapa OKP lainnya di kontrakan Mahasiswa Papua. Dengan adanya aktivitas ini, muncullah kecurigaan warga sekitar bahwa kegiatan ini adalah konsolidasi OPM (Organisasi Papua Merdeka) sehingga berujung pada tindakan represif.

Menurut Pelle, Salahsatu anggota diskusi ketika ditanyakan oleh wartawan Indikatormalang.com, "ini bukan konsolidasi OPM tapi ini adalah kegiatan belajar untuk menambah wawasan terkait sejarah Papua. Kami disuruh bubarnya ketika diskusi sudah berjalan sekitar 30 menit."

"Ketika kami membubarkan diri dan keluar dari kontrakan, kami diserang oleh beberapa orang yang berpakaian preman akhirnya gesekan tidak bisa kami hindari. Dalam kejadian ini ada saya sempat melihat ada beberapa preman dan anggota ormas yang turut bergabung dalam massa dan mengeroyok kami." Pungkas Pelle.

Akibat dari konflik ini, 3 orang mahasiswa Papua mengalami luka berat dan beberapa diantaranya mengalami luka ringan serta mengakibatkan kerugian sekitar jutaan rupiah.

Sementara itu Menurut RT setempat ketika menerangkan kepada peserta dan pers yang hadir dalam proses mediasi bahwa kejadian ini memang merupakan bentuk teguran kepada mahasiswa Papua karena kurang menghargai peraturan dan tata krama di kawasan mereka. Pemilik kontrakan para mahasiswa Papua ini tinggalpun sudah mengeluarkan sikap tegas untuk tidak lagi melanjutkan kontrakannya kepada mahasiswa papua.

Hingga saat ini, proses Mediasi yang difasilitasi oleh pihak Pemkot dan Aparatur keamanan belum menemukan benang merahnya dan proses mediasi akan dilanjutkan besok di tempat yang sama yakni aula Polresta Malang

Reporter: Jab