Kreatif, Mahasiswa Olah Ikan Mujaer Jadi Abon
Cari Berita

Advertisement

Kreatif, Mahasiswa Olah Ikan Mujaer Jadi Abon

24 Jul 2018

Indikatormalang.com – Melihat potensi ekonomi yang cukup melimpah pada ikan mujaer, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 119 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuat inovasi kreatif dengan nengolahnya menjadi Abon Ikan.  Inovasi tersebut diajarkan kepada masyarakat untuk mengolah ikan mujaer dalam sebuah Seminar Kewirausahaan di Balai Desa Senggreng, Kecamatan Sumber Pucung, Kabupaten Malang, Senin (23/07/18).  Keberadaan Bendungan Sutami menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat desa Senggreng. selain pertanian dan perkebunan, sektor perikanan juga menjadi salah satu sektor unggulan warga sekitar. Keberadaan waduk di desa senggreng dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk membudidayakan ikan mujaer.    Koordinator Desa KKN 119 UMM, Dwi Agung Prasetyo menjelaskan bahwa selama ini dirasa masyarakat desa sekitar masih kurang untuk melakukan inovasi dalam pengolahan ikan yang menjadi salah satu komoditi unggulan warga desa.    "Ikan Mujaer selama ini hanya dikonsumsi masyarakat sebagai masakan, digoreng dan dimasak kuah pedas. Padahal ikan mujaer dapat diolah menjadi berbagai macam olahan. Untuk itu kami berfikir untuk mengolah ikan mujaer menjadi olahan yang lebih inovatif” ujarnya.   Dony Kurniawan yang merupakan pemateri dari Lembaga Aspirasi Masyarakat Moreno Champion Center (MCC) yang juga merupakan salah satu staf DPR RI bersama dengan mahasiswa KKN 119 UMM berupaya mendorong masyarakat untuk dapat membentuk usaha bersama dan melakukan berbagai inovasi-inovasi dalam mengelola sumber daya di desa Senggreng.   Selain itu, dalam materi yang dipaparkan, Agnia Addini selaku perwakilan Mahasiswa KKN UMM menjelaskan bahwa pengolahan Ikan Mujaer menjadi Abon ini merupakan langkah awal yang coba dikembangkan sebagai upaya mendorong masyarakat dalam berwirausaha.  "Harapanya, nantinya Abon Senggreng Makgreng ini dapat menjadi oleh oleh yang dapat dikenal masyarakat luas sebagai makanan khas desa senggreng" Tutur Agnia dalam seminar tersebut
Mahasiswa Peserta KKN Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Melatih Warga Desa untuk Mengolah Ikan Mujaer Menjadi Abon / Foto : Ist.
Indikatormalang.com – Melihat potensi ekonomi yang cukup melimpah pada ikan mujaer, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 119 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuat inovasi kreatif dengan nengolahnya menjadi Abon Ikan.

Inovasi tersebut diajarkan kepada masyarakat untuk mengolah ikan mujaer dalam sebuah Seminar Kewirausahaan di Balai Desa Senggreng, Kecamatan Sumber Pucung, Kabupaten Malang, Senin (23/07/18).

Keberadaan Bendungan Sutami menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat desa Senggreng. selain pertanian dan perkebunan, sektor perikanan juga menjadi salah satu sektor unggulan warga sekitar. Keberadaan waduk di desa senggreng dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk membudidayakan ikan mujaer.

Koordinator Desa KKN 119 UMM, Dwi Agung Prasetyo menjelaskan bahwa selama ini dirasa masyarakat desa sekitar masih kurang untuk melakukan inovasi dalam pengolahan ikan yang menjadi salah satu komoditi unggulan warga desa.

"Ikan Mujaer selama ini hanya dikonsumsi masyarakat sebagai masakan, digoreng dan dimasak kuah pedas. Padahal ikan mujaer dapat diolah menjadi berbagai macam olahan. Untuk itu kami berfikir untuk mengolah ikan mujaer menjadi olahan yang lebih inovatif” ujarnya.

Dony Kurniawan yang merupakan pemateri dari Lembaga Aspirasi Masyarakat Moreno Champion Center (MCC) yang juga merupakan salah satu staf DPR RI bersama dengan mahasiswa KKN 119 UMM berupaya mendorong masyarakat untuk dapat membentuk usaha bersama dan melakukan berbagai inovasi-inovasi dalam mengelola sumber daya di desa Senggreng.

Selain itu, dalam materi yang dipaparkan, Agnia Addini selaku perwakilan Mahasiswa KKN UMM menjelaskan bahwa pengolahan Ikan Mujaer menjadi Abon ini merupakan langkah awal yang coba dikembangkan sebagai upaya mendorong masyarakat dalam berwirausaha.

"Harapanya, nantinya Abon Senggreng Makgreng ini dapat menjadi oleh oleh yang dapat dikenal masyarakat luas sebagai makanan khas desa senggreng" Tutur Agnia dalam seminar tersebut.