IMM Malang Raya: Rakyat Butuh BBM Murah!
Cari Berita

Advertisement

IMM Malang Raya: Rakyat Butuh BBM Murah!

10 Jul 2018

IMM Malang Raya "Aksi Tolak Kenaikan BBM"

Indikatormalang.com - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Malang Raya, kembali melakukan Demonstrasi tolak kenaikan harga BBM. Selasa,(10/7/2018)

Dalam aksi yang dilakukan tepat di depan gedung DPRD kota Malang hari ini. Ada dua alasan yang menjadi objek analisa terkait dengan kenaikan harga bahan bakar minyak, alasan pertama adalah naiknya harga minyak dunia. Seperti yang diketahui secara umum bahwa acuan harga minyak dunia secara umum ada dua yaitu; WTI (West Texas Intermediete) dan BCO (Brent Cord Oil). alasan  kedua adalah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dollar. Sehingga, bisa dikatakan bahwa dengan dua alasan diatas maka pemerintah melalui PT. Pertamina mengeluarkan kebijakan dengan menaikkan harga BBM.

Dalam Pressrelease-nya Massa aksi juga mencoba membeberkan lebih jauh lagi terkait perihal ini bahwa "Kebutuhan konsumsi minyak Indonesia saat ini adalah 1,6 juta bph sedangkan minyak yang mampu dihasilkan oleh PT. Pertamina hanya sanggup mencapai 800 ribu bph maka secara otomatis Indonesia harus melakukan impor minyak dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan minyak dalam negeri. Sehingga harga minyak harus mengikuti pasar internasional."

Di akhir aksi Damai ini, massa aksi mengamanahkan 5 isi tuntutan diantaranya:

  • Nasionalisasi aset-aset srategis yang ada di Indonesia
  • Alokasikan dana subsidi ke pengolahan dan pembangunan kilang minyak
  • Bangun alat lifting minyak milik Negara
  • Cabut pasal 4 ayat 3 permen ESDM no 34 tahun 2018.


BBM yang saat ini disubsidi oleh pemerintah adalah BBM jenis premium, namun kenyataanya di lapangan, di kota malang sudah langka sekali BBM jenis ini, artinya rakyat dipaksa untuk membeli BBM yang non subsidi. Pemerintah mencabut subsidi BBM adalah dengan alasan dialihkan ke sektor produktif yaitu pembangunan infrastruktur.

Namun jika kita lihat masyrakat Indonesia saat ini lebih membutuhkan murahnya harga BBM daripada bangunan megah infrastruktur.

Reporter: Jab