Tyas; Teruslah Bercerita untuk Anak Kita
Cari Berita

Advertisement

Tyas; Teruslah Bercerita untuk Anak Kita

20 Jun 2018

Indikatormalang.com- Mendongeng merupakan sebuah warisan turun temurun yang memiliki posisi tersendiri dalam kisah kanak-kanak setiap generasi. Sadar atau tidak, dongen ternyata memiliki dampak yang sangat besar terhadap karakter dan perilaku anak. Dongeng  adalah bagian yang tidak bisa kita pisahkan dari proses pendidikan anak. Akan tetapi, untuk menjaga agar kebiasaan mendongeng untuk anak - anak tetap terjaga tentu cukup sulit.  Punahnya kebiasaan mendongeng untuk anak-anak menjadi keprihatinan tersendiri bagi seorang Tyas (22). Mahasiswi UMM jurusan pendidikan bahasa Indonesia ini memilih untuk terus mendongeng dan tetap menjaga kelestarian. Tyas tak menyerah, disela kesibukannya sebagai seorang pelajar, Tyas terus  melakukan kampanye akan pentingnya berdongeng untuk anak-anak. Bagi Tyas, mendongeng akan selalu memberikan makna - makna terisirat yang ada dalam setiap dongeng. Anak- anak Nusantara  bisa  belajar fondasi Tata Krama dan Sopan Santun dari dongeng. Baginya, dongeng merupakan  fondasi yang kokoh agar generasi mendatang  tetap menjadi anak-anak Nusantara.  "Dari usia balita sampe kelas dua saya suka didongengin sama bapak. Dongeng sebelum tidur. Yang saya ingat setiap malam pasti si kancil dan timun mas. Sejak itu dunia anak - anak saya penuh imajinasi,” ungkap Tyas, menjelaskan pilihannya untuk terus berkampanyae melestarikan mendongeng, Rabu, (20/06/18).  “Hingga kuliah, saya masih hidup dengan banyak imajinasi.  Akhir 2017, saya menemukan komunitas dongeng di Malang. Saya bergabung di sana dan mulai mengikuti stiap event dongeng, Serta selalu berbagi ceria dengan adik - adik ketika ada kegiatan mendongeng. Selain itu, saya juga beberapa kali mengikuti Even Lomba mendongeng," tambah Tyas saat diwawancarai oleh Indikator Malang. Tyas berharap kedepannya lebih banyak lagi orang yang peduli akan dongeng. Dongeng untuk anak, adik, sepupu, ponakan, maupun anak kecil skitar rumah. Karna mendongeng tidak harus punya media ataupun pintar bercerita. Namun usahakan terus  untuk menyempatkan diri berdongeng, bukan mencari waktu luang, namun meluangkan waktunya untuk berdongeng kepada anak-anak kita  “Tentu kita tidak bisa memandang dunia mendongeng ini sebagai hal yang spele, karena dengan dongeng kita bisa melakukan revolusi mental  seperti yang di Kampanyekan oleh Presiden Republik Indonesia. Mari kita jaga generasi dari kerasnya ancaman arus milenial melalui dongeng, dan terus mendongeng untuk anak Indonesia.” Pungkas Tyas.
Tyas Saat Mendongeng di Depan Anak-anak / Foto: Ja
Indikatormalang.com- Mendongeng merupakan sebuah warisan turun temurun yang memiliki posisi tersendiri dalam kisah kanak-kanak setiap generasi. Sadar atau tidak, dongen ternyata memiliki dampak yang sangat besar terhadap karakter dan perilaku anak. Dongeng adalah bagian yang tidak bisa kita pisahkan dari proses pendidikan anak. Akan tetapi, untuk menjaga agar kebiasaan mendongeng untuk anak - anak tetap terjaga tentu cukup sulit.

Punahnya kebiasaan mendongeng untuk anak-anak menjadi keprihatinan tersendiri bagi seorang Tyas (22). Mahasiswi UMM jurusan pendidikan bahasa Indonesia ini memilih untuk terus mendongeng dan tetap menjaga kelestarian. Tyas tak menyerah, disela kesibukannya sebagai seorang pelajar, Tyas terus melakukan kampanye akan pentingnya berdongeng untuk anak-anak.

Bagi Tyas, mendongeng akan selalu memberikan makna - makna terisirat yang ada dalam setiap dongeng. Anak- anak Nusantara bisa belajar fondasi Tata Krama dan Sopan Santun dari dongeng. Baginya, dongeng merupakan fondasi yang kokoh agar generasi mendatang tetap menjadi anak-anak Nusantara.

"Dari usia balita sampe kelas dua saya suka didongengin sama bapak. Dongeng sebelum tidur. Yang saya ingat setiap malam pasti si kancil dan timun mas. Sejak itu dunia anak - anak saya penuh imajinasi,” ungkap Tyas, menjelaskan pilihannya untuk terus berkampanyae melestarikan mendongeng, Rabu, (20/06/18).

“Hingga kuliah, saya masih hidup dengan banyak imajinasi. Akhir 2017, saya menemukan komunitas dongeng di Malang. Saya bergabung di sana dan mulai mengikuti stiap event dongeng, Serta selalu berbagi ceria dengan adik - adik ketika ada kegiatan mendongeng. Selain itu, saya juga beberapa kali mengikuti Even Lomba mendongeng," tambah Tyas saat diwawancarai oleh Indikator Malang.

Tyas berharap kedepannya lebih banyak lagi orang yang peduli akan dongeng. Dongeng untuk anak, adik, sepupu, ponakan, maupun anak kecil skitar rumah. Karna mendongeng tidak harus punya media ataupun pintar bercerita. Namun usahakan terus untuk menyempatkan diri berdongeng, bukan mencari waktu luang, namun meluangkan waktunya untuk berdongeng kepada anak-anak kita.

“Tentu kita tidak bisa memandang dunia mendongeng ini sebagai hal yang spele, karena dengan dongeng kita bisa melakukan revolusi mental seperti yang di Kampanyekan oleh Presiden Republik Indonesia. Mari kita jaga generasi dari kerasnya ancaman arus milenial melalui dongeng, dan terus mendongeng untuk anak Indonesia.” Pungkas Tyas.