Perlu Ratusan Tahun untuk Mengurai Satu Botol Plastik
Cari Berita

Advertisement

Perlu Ratusan Tahun untuk Mengurai Satu Botol Plastik

19 Jun 2018

Indikatormalang.com - Sadar atau tidak, seringkali kita membuang botol plastik bekas softdrink sembarangan. Padahal dampaknya pada lingkungan sangat luar biasa.  Sampah plastik merupakan salah satu sampah yang susah untuk diurai secara alami. Alam membutuhkah waktu selama kurang lebih 200 - 500 tahun untuk mengurai sampah plastik.  Sekarang mari kita hitung, berapa banyak sampah plastik yang  telah kita buang?. Bisa dibayangkan, berapa lama yang dibutuhkan alam untuk mengurainya?.  Pada umumnya botol plastik atau peralatan plastik yang kita gunakan untuk kebutuhan rumah tangga kita terbuat dari Plastik Konvensional. Plastik Konvensional ini dibuat melalui proses polimerisasi,  yaitu menyusun dan membentuk secara sambung-menyambung bahan-bahan dasar plastik atau monomer.   Bahan dasar plastik biasanya terbuat dari bahan-bahan petrokimia dan minyak bumi (merupakan salah satu sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui).  Dari susunan struktur kimianya, Plastik memiliki bobot molekul yang cukup tinggi serta mempunyai rantai ikatan yang kuat. Akibatnya, plastik konvensional membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai secara alami, bisa mencapai ratusan tahun, seperti disebutkan di atas.   Sifatnya yang kuat, tahan terhadap korosi dan sifat insulasinya yang baik, juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan sulitnya untuk mengurai plastik.  Sampah plastik berbeda dengan sampah organik (sampah yang berasal dari mahkluk hidup), sampah makanan misalnya (kulit pisang, sayur-mayur, buah, rumput, dll).  Sampah organik dapat dengan mudah terurai oleh alam, melalui mikro-organisme. Sebaliknya sampah plastik tidak dapat diurai oleh mikro-organisme.  Susahnya mengurai sampah plastik  secara alami sangat berdampak bagi kehidupan manusia. Sampah plastik jika dibuang/ditimbun di sembarang tempat tanpa diolah akan membawa banyak masalah. Sampah plastik yang dibuang di sungai misalnya, akan terbawa arus dan tertimbun di saluran air, sehingga mengakibatkan banjir.  Cara terbaik mengurangi dampak resiko sampah plastik terhadap lingkungan tentu saja dengan membangun kesadaran bersama bahwa sampah plastik merupakan salah satu potensi yang bisa menimbulkan bencana bagi kehidupan manusia.  Kesadaran akan membuat manusia semakin bijak dalam menggunakan material dan peralatan yang berasal dari bahan plastik. Sehingga resiko dan dampak bencana yang ditimbulkan oleh sampah plastik bisa dikurangi atau bahkan dihindari.  Selain itu penanganan juga bisa menggunakan pendekatan teknologi, yakni dengan cara mendaur ulang, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai barang plastik lainnya, misal dari botol plastik diolah menjadi bangku plastik, perabot plastik atau karya seni lainnya.   Tak kalah pentingnya dalam penanganan sampah plastik adalah dengan mengurangi penggunaan plastik konvensional, contoh plastik pembungkus di supermarket. Gantilah bungkusan (kantong) barang bawaan kita dengan bahan yang mudah di daur ulang atau ramah lingkungan.
Ilustrasi, Tumpukan Sampah Plastik yang Menumpuk di Bibir Pantai. Sampah-sampah Plastik Tersebut Sangat Susah untuk Terurai Secara Alami / Foto: UgTv
Indikatormalang.com - Sadar atau tidak, seringkali kita membuang botol plastik bekas softdrink sembarangan. Padahal dampaknya pada lingkungan sangat luar biasa.

Sampah plastik merupakan salah satu sampah yang susah untuk diurai secara alami. Alam membutuhkah waktu selama kurang lebih 200 - 500 tahun untuk mengurai sampah plastik.

Sekarang mari kita hitung, berapa banyak sampah plastik yang telah kita buang?. Bisa dibayangkan, berapa lama yang dibutuhkan alam untuk mengurainya?.

Pada umumnya botol plastik atau peralatan plastik yang kita gunakan untuk kebutuhan rumah tangga kita terbuat dari Plastik Konvensional. Plastik Konvensional ini dibuat melalui proses Polimerisasi, yaitu menyusun dan membentuk secara sambung-menyambung bahan-bahan dasar plastik atau monomer.

Bahan dasar plastik biasanya terbuat dari bahan-bahan petrokimia dan minyak bumi (merupakan salah satu sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui). Dari susunan struktur kimianya, Plastik memiliki bobot molekul yang cukup tinggi serta mempunyai rantai ikatan yang kuat. Akibatnya, plastik konvensional membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai secara alami, bisa mencapai ratusan tahun, seperti disebutkan di atas.

Sifatnya yang kuat, tahan terhadap korosi dan sifat insulasinya yang baik, juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan sulitnya untuk mengurai plastik.

Sampah plastik berbeda dengan sampah organik (sampah yang berasal dari mahkluk hidup), sampah makanan misalnya (kulit pisang, sayur-mayur, buah, rumput, dll). Sampah organik dapat dengan mudah terurai oleh alam, melalui mikro-organisme. Sebaliknya sampah plastik tidak dapat diurai oleh mikro-organisme.

Susahnya mengurai sampah plastik secara alami sangat berdampak bagi kehidupan manusia. Sampah plastik jika dibuang atau ditimbun di sembarang tempat tanpa diolah akan membawa banyak masalah. Sampah plastik yang dibuang di sungai misalnya, akan terbawa arus dan tertimbun di saluran air, sehingga mengakibatkan banjir.

Cara terbaik mengurangi dampak resiko sampah plastik terhadap lingkungan tentu saja dengan membangun kesadaran bersama bahwa sampah plastik merupakan salah satu potensi yang bisa menimbulkan bencana bagi kehidupan manusia.

Kesadaran akan membuat manusia semakin bijak dalam menggunakan material dan peralatan yang berasal dari bahan plastik. Sehingga resiko dan dampak bencana yang ditimbulkan oleh sampah plastik bisa dikurangi atau bahkan dihindari.

Selain itu, penanganan juga bisa dilakukan dengan menggunakan pendekatan teknologi, yakni dengan cara mendaur ulang, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai barang plastik lainnya, misal dari botol plastik diolah menjadi bangku plastik, perabot plastik atau karya seni lainnya.

Tak kalah pentingnya dalam penanganan sampah plastik adalah dengan mengurangi penggunaan plastik konvensional mulai sekarang, contoh plastik pembungkus di supermarket. Gantilah bungkusan (kantong) barang bawaan kita dengan bahan yang mudah di daur ulang atau ramah lingkungan.

Bijaklah menggunakan Botol dan Kantong Plastik. Mari kita jaga Bumi Kita. Wariskan kehidupan yang lebih baik untuk generasi mendatang.