Krisis Moral, Antara Pendidik dan Terdidik
Cari Berita

Advertisement

Krisis Moral, Antara Pendidik dan Terdidik

13 Jun 2018

Dock Pribadi
Guru yang sukses bukanlah yang memiliki penghasilan yang lebih tinggi melainkan guru yang mampu mencetak generasi sang pencerah.

Pendidikan merupakan jembatan untuk mencapai tujuan bangsa Indonesia yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam kemajuan negeri ini. Apabila masyarakat memiliki pendidikan yang lebih baik maka tidak akan pernah dipandang sebelah mata oleh orang lain bahkan dunia sekalipun.

Pendidikan merupakan hal yang mendasar yang harus kita dapatkan dalam kehidupan. Jelas alasannya dengan pendidikan kita dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang boleh dikerjakan dan mana yang tidak boleh dikerjakan, serta mana yang hak dan mana yang batil. Akan tetapi melihat kondisi dan keadaan pendidikan saat ini bisa dikatakan sangat memprihatinkan, dimana moral dan sopan santun siswa masih sangat rendah, masih banyak sikap-sikap siswa yang mencoreng dunia pendidikan mulai dari tawuran antar pelajar, seks bebas (free sex) dan pornoaksi, serta yang lebih parah lagi mereka tidak memiliki rasa malu lagi berpegangan tangan di khalayak umum atau bahkan sengaja diupload di media sosial. Hal ini jelas karena didasari kurangnya moral serta akidah para pelajar.

Banyak yang menjadi faktor kurangya moral pelajar saat ini, salah satu yang mempengaruhi krisis moral para pelajar saat ini adalah adalah peranan gadget dan kurangnya interaksi anak dengan orang tua. Dengan gadget para pelajar bebas membrowsing hal-hal yang dinginkan, rasa sosialisasi terhadap hal-hal disekitar menjadi berkurang diakibatkankan mereka terlalu sibuk dengan mengurus gadget bahkan sampai lupa dengan keadaan disekelilingnya. Dalam hal ini peranan orang tua dan guru sangat menentukan moral serta sopan santun para siswa, orang tua bisa melakukan pendekatan-pendekatan terhadap anaknya bahkan orang tua bisa berperan sebagai sahabat anaknya tersebut, dengan demikian anak akan merasa diperhatikan dan gampang menyampaikan perasaan yang dialaminyaa saat itu.

Demikian pula dengan guru. Guru adalah orang tua kedua bagi anak didiknya, guru harusnya bisa berperan ganda menjadi seorang guru dan menjadi orang tua bagi anak didiknya, guru tidak hanya memiliki tugas mencerdaskan kehidupan bangsa tetapi seorang guru harus mampu menciptakan siswa-siswi yang berkarakter, guru harus menanamkan moral serta akidah yang kuat terhadap anak didiknya.

Seorang guru harus menjadi teladan yang baik bagi para siswa dalam mewujudkan perilaku siswa yang berkarakter, oleh sebab itu bukan hanya seorang siswa yang dituntut memiliki moral dan akidah yang baik seorang guru sekalipun harus memiliki moral serta akidah yang baik sehingga siswa dapat mengambil ibrah dan contoh dari seorang guru tersebut. Apapun yang dilakukan oleh seorang guru akan terekam dimemori siswa. Seperti  pepatah yang mengatkan “guru kecing berdiri murid kencing berlari” didalam pepatah ini kita dapat mengambil kesimpulan apabila guru memberikan contoh yang tidak baik terhadap anak didiknya, maka jangan heran jika suatu saat nanti siswanya akan melakukan hal yang lebih parah dari sang guru. Maka dari itu seorang guru harus mampu memberikan contoh-contoh yang baik bagi peserta didiknya.

Bukan hanya seorang murid yang mengalami krisis moral bahkan di zaman sekarangpun ada seorang guru yang memiliki krisis moral dan akidah. Seorang guru menjadi subjek tindakan asusila dengan objeknya adalah muridnya sendiri, miris sangatlah tidak patut dicontoh guru seperti ini yang tidak memegang teguh etika sebagai pendidik bagi anak didiknya. Bukannya mencerdaskan generasi penerus bangsa, ini malah merusak generasi dan masa depan anak didik. Guru seperti inilah yang dikatakan krisi moral dan akidah. Kira-kira apa yang mendasari seorang guru sehingga tega berbuat sekeji itu, tak lain dan tak bukan karena krisis moral serta akidah dari seorang guru tersebut serta kurangnya menghayati tugas dan tanggung jawab sebagai seorang pendidik yang mulia. Guru yang baik tidak sepaputnya melakukan hal-hal seperti demikian .

Guru yang digugurkan dan ditiru merupakan contoh bagi mereka, berilah contoh yang baik agar anak didik kita dapat mengambil contoh dari gerak-gerik,tutur kata serta tingkah laku kita. Murid yang berkarakter adalah hasil dari guru yang hebat. Sebagai seorang guru atau pendidik kita harus membekali diri dengan niat yang tulus dan sifat ikhlas supaya menjadikan anak didik kita menjadi generasi penerus bangsa yang hebat serta berkarakter. Bukan itu saja guru juga harus membekali diri dengan kreatifitas yang tinggi dan kompetensi yang cukup. Sifat ikhlas inilah yang jarang dimiliki oleh seorang guru, banyak diantara mereka merasa apa yang mereka sampaikan tidaklah setimpal dengan gaji yang mereka dapatkan, sehingga akibatnya ketika mereka berada di dalam kelas mereka tidak sepenuhnya. Kadang mereka menyampaikan materi tidak sepenuhnya alhasil materi ini disambung ketika les, nah les inilah yang diharapkan nanti oleh para guru untuk mendapatkan uang atau gaji tambahan (tapi tidak semua guru loh seperti itu). Ini semua terjadi karena guru melupakan aspek ikhlas, andaikan saja guru ikhlas mengajar maka keihklasan ini akan memberikan semangat tanpa batas pada guru untuk berusaha keras membuat anak didik mereka paham akan materi yang disampaikan. Semangat keikhlasan ini akan mampu meluluhkan hati dan jiwa keras anak didik kita.

Guru hebat ini menjadi tugas utama kita, menanamkan sifat ikhlas serta niat yang tulus dalam mendidik generasi penerus bangsa, seorang siswa bukanlah semata-mata mereka yang bertatapan muka dengan kita setiap harinya, melainkan mereka adalah ladang surga bagi kita nantinya (aamiin), ilmu yang kita sampaikan kepada mereka akan tertanam dan selalu diingat oleh mereka, suatu saat nanti ketika mereka beranjak dewasa dan menjadi seorang guru seperti kita, ilmu yang pernah mereka dapatkan dari kita akan samapi ke anak didik mereka samapi seterusnya, itulah ilmu tanpa ada habisnnya selalu mengalir seperti air, sungguh mulia tugas menjadi seorang guru, berbanggalah kita sebagai guru hebat yang melahirkan murid-murid berkaraketer.

Murid yang berkarakter didasari dengan lingkungan yang hebat , ada peranan orang tua, guru serta masyarakat dan pemerintah. Anak-anak harus ditanamkan pendidikan moral serta akidah yang bagus sejak dini, agar mereka bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, seorang guru tidak akan mampu menciptkana siswa yang berkarakter dengan sendrinya, orang tua dan guru harus bekerja sama dalam pendidkan karakter anak yang hebat. Adanya kerjasama yang baik antara guru, orang tua, masyarakat dan pemerintah maka saya yakin tidak ada anak Indonesia yang akan mengalami kegagalan dan krisis moral. Terakhir saya mengutip perkataan Emha Ainun N yaitu “Dakwah yang utama bukanlah ucapan. Melainkan perbuatan Orang yang berbuat baik sudah pasti berdakwah”.

Penulis
Nama : Ilham Abdun Nasir
Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar UMM
Editor : Jab