Terdakwa Pembunuhan Ngliyep Divonis Empat Belas Tahun Penjara
Cari Berita

Advertisement

Terdakwa Pembunuhan Ngliyep Divonis Empat Belas Tahun Penjara

24 Mei 2018

Indikatormalang.com - Terdakwa kasus pembunuhan Pantai Ngliyep, Nadia Fegi Madona (18) divonis 14 tahun Penjara dan denda Rp 50 juta subsider kurungan penjara 3 bulan oleh majelis Hakim PN Kepanjen, Rabu (2/5/18)  Sidang yang dipimpin oleh hakim Wiwin Arodawanti dalam amar putusannya menyampaikan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pembunuhan.  Terdakwa dinyatakan bersalah melanggar Pasal 80 ayat (3) juncto 76 C UU No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.  "Yang memberatkan terdakwa adalah korban masih anak-anak. Sedangkan yang meringankan, terdakwa mengak bersalah serta mempertimbangkan usia Nadia yang masih muda" terang Wiwin Arodawanti.   Sementara  Ari Kuswadi, Jaksa Penuntut Umum  saat ditanya terkait keputusan hakim masih pikir-pikir dulu.   Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa membunuh temannya sendiri Fena Selinda Rismawati (16), pada Jumat (29/12/17) lalu di Pantai Wisata Ngliyep Donomulyo.  Terdakwa mengaku nekat membunuh korban lantaran sakit hati dengan ucapan korban. Terdakwa yang diketahui berjualan secara online mendapat pernyataan jelek dari korban.
Terdakwa Nadia Fegi Madona saat Menjalani Proses Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Pantai Ngliyep Donomulyo / Foto: Ist
Indikatormalang.com - Terdakwa kasus pembunuhan Pantai Ngliyep Donomulyo, Nadia Fegi Madona (18) divonis 14 tahun Penjara, denda Rp 50 juta subsider kurungan penjara 3 bulan oleh majelis Hakim PN Kepanjen, Rabu (2/5/18).

Sidang yang dipimpin oleh hakim Wiwin Arodawanti dalam amar putusannya menyampaikan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pembunuhan.

Terdakwa dinyatakan bersalah melanggar Pasal 80 ayat (3) juncto 76 C UU No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Yang memberatkan terdakwa adalah korban masih anak-anak. Sementara yang meringankan, terdakwa mengaku bersalah dan usianya yang masih muda" terang Wiwin Arodawanti.

Sementara Ari Kuswadi, Jaksa Penuntut Umum saat ditanya terkait keputusan hakim masih pikir-pikir dulu.

Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa membunuh temannya sendiri Fena Selinda Rismawati (16), pada Jumat (29/12/17) lalu di Pantai Wisata Ngliyep Donomulyo.

Terdakwa mengaku nekat membunuh korban lantaran sakit hati dengan ucapan korban. Terdakwa yang diketahui berjualan secara online mendapat pernyataan jelek dari korban.