Lely Aryani; Tuntutan Sopir Angkot Malang Raya Salah Alamat
Cari Berita

Advertisement

Lely Aryani; Tuntutan Sopir Angkot Malang Raya Salah Alamat

14 Mei 2018

Indikatormalang.com -  Untuk kedua kalinya Para Sopir Angkutan Kota se Malang Raya yang terdiri dari komponen SSI, HIPAM, dan APMU melakukan Unjuk Rasa di halaman Kantor Unit Pelayanan Teknis Dinas Perhubungan (UPT Dishub) lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Malang, Senin (14/5/15).  Kedatangan para Sopir Angkot tersebut adalah untuk meminta Dishub memberikan perlakuan yang sama terhadap Angkutan berbasis Online, seperti yang diterima oleh angkutan konvensional selama ini.  Dari press rilis yang diterima oleh Indikator Malang, para sopir meminta Dishub untuk meneggakkan Peraturan Pemerintah (PP) PM 108 Tahun 2017 tentang Transportasi Umum.  Menurut Agus Mulyono, Koordinator para pengunjuk rasa kepada Indikator Malang, selama ini  angkutan konvensional harus memiliki trayek, plat nomor Polisi harus kuning, dan setiap enam bulan sekali harus uji kir, sementara angkutan Online tidak seperti itu.  "Kami sangat kecewa dengan Dishub, selama ini permintaan kami  tidak direspon dengan baik" terangnya.  "Kami berharap mereka (angkutan online, Red) diperlakukan sama" tambahnya.  Sementara menurut Lely Aryany Kepala UPT Dishub LLAJ Malang, tuntutan yang dilakukan para sopir angkot tersebut salah alamat, pasalnya kebijakan terkait tuntutan para sopir ada pada Kementerian Perhubungan.  “Tuntutan para sopir teesebut, seharusnya ditujukan kepada Kementerian Perhubungan bukan kepada kami, karena semua kebijakan ada pada mereka, mereka yang bisa melakulannya" Terang Lely.   "Sedangkan kami, Dishub Provinsi Jawa Timur hanya melaksanakan saja” tambahnya.
Personel Kepolisian Berjaga Jaga  di Depan Pintu DLLAJ Singosari Mengamankan Jalannya Aksi Unjuk Rasa yang Dilakukan oleh Para Sopir Angkot / Foto: Ist.
Indikatormalang.com - Untuk kedua kalinya para Sopir Angkutan Kota se Malang Raya yang terdiri dari komponen SSI, HIPAM, dan APMU melakukan Unjuk Rasa di halaman Kantor Unit Pelayanan Teknis Dinas Perhubungan (UPT Dishub) lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Malang, Senin (14/5/15).

Kedatangan para Sopir Angkot tersebut adalah untuk meminta Dishub memberikan perlakuan yang sama terhadap Angkutan berbasis Online, seperti yang diterima oleh angkutan konvensional selama ini. Dari press rilis yang diterima oleh Indikator Malang, para sopir meminta Dishub untuk meneggakkan Peraturan Pemerintah (PP) PM 108 Tahun 2017 tentang Transportasi Umum.

Menurut Agus Mulyono, Koordinator para pengunjuk rasa kepada Indikator Malang, selama ini angkutan konvensional harus memiliki trayek, plat nomor Polisi harus kuning, dan setiap enam bulan sekali harus uji kir, sementara angkutan Online tidak seperti itu.

"Kami sangat kecewa dengan Dishub, selama ini permintaan kami tidak direspon dengan baik" terangnya.

"Kami berharap mereka (angkutan online, Red) diperlakukan sama" tambahnya.

Sementara menurut Lely Aryany, Kepala UPT Dishub LLAJ Malang, tuntutan yang dilakukan para sopir angkot tersebut salah alamat, pasalnya kebijakan terkait tuntutan para sopir ada pada Kementerian Perhubungan.

“Tuntutan para sopir tersebut, seharusnya ditujukan kepada Kementerian Perhubungan bukan kepada kami, karena semua kebijakan ada pada mereka, mereka yang bisa melakukannya" Terang Lely. 

"Sedangkan kami, Dishub Provinsi Jawa Timur hanya melaksanakan saja” tambahnya.