Hebat! Kelompok 7 KKN UMM Gelar Berbagai Kegiatan di Desa Jodipan
Cari Berita

Advertisement

Hebat! Kelompok 7 KKN UMM Gelar Berbagai Kegiatan di Desa Jodipan

13 Mei 2018

Beberapa anggota KKN kelompok 17 melakukan foto bersama dengan peserta didik mereka
Indikatormalang.com - Universitas Muhammadiyah Malang melalui program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) tahun ini menggelar kegiatan sadar budaya sejak usia dini di Desa Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Sabtu (12/05/18).

Sebagai salah satu kampus swasta terbaik di Jawa Timur, Universitas Muhammadiyah Malang juga memiliki komitmen yang sangat serius untuk turut andil dalam mengembangkan kawasan pedesaan yang ada di kota Malang.

Dengan tajuk “Sadar Budaya Sejak Usia Dini” Kelompok yang dibimbing oleh Dr. Masduki, M.Si ini langsung menjalankan beberapa program kerja dari masing-masing divisi yang diharapkan nantinya dapat memberikan dampak positif bagi desa tersebut.

Pada bulan pertama mereka telah mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan diantaranya seperti penyuluhan mengenai kanker payudara, difteri, hand hygiene, cara menggosok gigi yang baik dan benar serta sanitasi lingkungan, disamping itu program besar yang di gagas oleh kelompok ini ialah mengenai pengenalan dan pengembangan pendidikan kebudayaan dengan metode sistem belajar mengajar yang mana kegiatan ini digelar selama 3 bulan.

Anak-anak di kampung warna-warni Jodipan menjadi sasaran utama bagi mahasiswa, kegiatan yang berlangsung dari 01 Maret - 11 Mei dengan jumlah mahasiswa 11 orang yang telibat didalamnya.

Muhammad Yahya, Kordes KKN-PPM kelompok 7 (Tujuh), menyatakan program unggulan yang diusung yaitu sadar budaya sejak usia dini hal ini berdasarkan permasalahan gencarnya arus globalisasi dengan diikuti hadirnya kecanggihan teknologi dan lahirnya modernisasi di dalam masyarakat kita telah sedikit banyak merubah cara pandang dan pola hidup masyarakat dan peradaban yang tercipta merupakan duplikasi budaya masyarakat barat yang cenderung berjiwa konsumtif dan hedonis karena itulah lewat KKN-PPM ini UMM ingin membangun Nilai Sadar Budaya sejak Usia dini.

Kegiatan KKN kelompok 11 di tutup dengan Pergelaran pentas seni yang diadakan pada tanggal 11 Mei pukul 20.00- 22.00 dan di buka dengan tarian manuk dadali oleh anak-anak jodipan.

Sementara itu Koordinator desa (kordes) KKN-PPM UMM kelompok 7 Muhammad Yahya, mengatakan sangat berterima kasih kepada masyarakat jodipan dan anak-anak yang telah berkontribusi sehingga program yang telah kita canangkan mampu diselesaikan dan sukses.

"Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak karena telah menerima kami dan sudah berkontribusi melalui kegiatan- kegiatan kami dan sebagai puncaknya yaitu malam mini dengan adanya pentas seni ini" tuturnya kepada Indikatormalang.com

Di tempat yang sama, ketua RW Bapak Parin, dalam sambutannya mengatakan, Kehadiran Mahasiswa KKN di kampung jodipan merupakan hal yang sangat dinantikan dan bernilai bagi warga.

"Kehadiran Mahasiswa KKN di kampung jodipan merupakan hal yang sangat dinantikan oleh warga dan berkat adanya KKN-PPM UMM masyarakat mampu untuk berdaya dan lingkungan kampung disulap menjadi lebih baik" tuturnya kepada indikatormalang.com.

Sementara itu, Dosen pembimbing lapangan, bapak Dr. Masduki, M.Si mengatakan bahwa Pembangunan masyarakat sangatlah penting bukan dari mana kita berasal dan kesuksesan milik semuanya.

"Dengan adanya pembangunan masyarakat sangatlah penting bukan dari mana kita berasal dan kesuksesan milik semuanya, bahkan anak- anak yang berada di bantaran sungai". ujar Masduki.

Masduki berharap, dengan adanya mahasiswa akan menyuntikkan semangat, serta membangun masyarakat yang lebih baik dengan pendidikan dan karakter.

"Pementasan seni yang di gelar mampu menjadikan media bagi anak untuk mengenal dan jauh mencintai budaya sehingga dalam terpaan arus globalisasi anak dan masyarakat mampu untuk bertahan dengan identitas kebudayaannya dan menjadikan budaya sebagai filter untuk tidak tergerus dalam kemajuan zaman yang menjadikannya bersifat konsumtif dan hedonis" tutup Masduki.

Reporter : Taufiq