Menata Malang, Usaha Hidupkan Kembali Semangat Gotong Royong
Cari Berita

Advertisement

Menata Malang, Usaha Hidupkan Kembali Semangat Gotong Royong

10 Feb 2018

 Indikatormalang.com – Noto Malang adalah alat Kampanye yang digunakan oleh Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota  Kota Malang Ya’qud Ananda Gudban dan Ahmad Wanedi. Dalam sebuah kesempatan Diskusi Publik Pilkada Kota Malang yang digelar oleh Majelis Daerah KAHMI Kota Malang, Nanda yang didampingi oleh pasangannya Wanedi menjelaskan kepada peserta tentang alasannya memnggunakan semboyan “Noto Malang”, Rabu (7/2/17). “Noto Malang, merupakan usaha kami membangun Kota Malang dengan menghidupkan kembali filosopi Gotong Royong yang mulai hilang” Ungkap Nanda Gudban. Menurutnya, membangun Kota Malang tidak akan dilakukan sendirian, tetapi akan melibatkan seluruh warga secara bersama-sama. Kedepan model-model pembangunan yang akan diterapkannya adalah pembangunan partisipatif. “Kita harus memberi ruang yang lebih luas kepada masyarakat untuk terlibat secara langsung dalam proses pembangunan Kota Malang. Mereka yang punya Kota Malang. Pradigma pembangunan Top Down  harus diganti dengan pradigma Bottom-Up”  terang Nanda. “Kita akan memulainya dari sistem penganggaran, yakni penganggaran pembangunan yang partisipatif”  tambah Nanda. Nanda berharap kedepan selama kepemimpinannya bersama Wanedi akan terjadi pembangunan yang berkelanjutan untuk Kota Malang. Untuk mendukung cita-cita tersebut pasangan Menawan ini akan memfokuskan pembangunan Kota Malang pada Investasi Sumberdaya Manusia yang unggul. Selain itu menurutnya, harus ada keberpihakan yang luar biasa pada dunia usaha, khusunya UKM.  “untuk UKM, akan kita kawal dengan Regulasi, sehingga bisa mendorong tumbuhnya iklim  usaha warga Kota Malang” Pungkasnya. Seperti diberitakan, pasangan Menawan didukung oleh sejumlah Partai Politik, yakni PDIP, Hanura, PAN, PPP, dan Nasdem.
Pasangan Calon Walikota dan Wakil Kota Malang Berfoto Bersama Usai Acara Diskusi Publik Pilkada Kota Malang yang Diadakan oleh Majelis Daerah Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Malang / Foto : Dik
Indikatormalang.com – Noto Malang adalah alat Kampanye yang digunakan oleh Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Kota Malang Ya’qud Ananda Gudban dan Ahmad Wanedi. Dalam sebuah kesempatan Diskusi Publik Pilkada Kota Malang yang digelar oleh Majelis Daerah KAHMI Kota Malang, Nanda yang didampingi oleh pasangannya Wanedi menjelaskan kepada peserta tentang alasannya memnggunakan semboyan “Noto Malang”, Rabu (7/2/18).

“Noto Malang, merupakan usaha kami membangun Kota Malang dengan menghidupkan kembali filosopi Gotong Royong yang mulai hilang” Ungkap Nanda Gudban.

Menurutnya, membangun Kota Malang tidak akan dilakukan sendirian, tetapi akan melibatkan seluruh warga secara bersama-sama. Kedepan model-model pembangunan yang akan diterapkannya adalah pembangunan partisipatif.

“Kita harus memberi ruang yang lebih luas kepada masyarakat untuk terlibat secara langsung dalam proses pembangunan Kota Malang. Mereka yang punya Kota Malang. Pradigma pembangunan Top Down harus diganti dengan pradigma Bottom-Up” terang Nanda.

“Kita akan memulainya dari sistem penganggaran, yakni penganggaran pembangunan yang partisipatif” tambah Nanda. Nanda berharap kedepan selama kepemimpinannya bersama Wanedi akan terjadi pembangunan yang berkelanjutan untuk Kota Malang. Untuk mendukung cita-cita tersebut pasangan Menawan ini akan memfokuskan pembangunan Kota Malang pada investasi Sumberdaya Manusia yang unggul.

Selain itu menurutnya, harus ada keberpihakan yang luar biasa pada dunia usaha, khusunya UKM. “untuk UKM, akan kita kawal dengan Regulasi, sehingga bisa mendorong tumbuhnya iklim usaha warga Kota Malang” Pungkasnya.

Seperti diberitakan, pasangan Menawan didukung oleh sejumlah Partai Politik, yakni PDIP, Hanura, PAN, PPP, dan Nasdem.