MAGER Gelar Diskusi Akbar dan Launching Angkot Baca
Cari Berita

Advertisement

MAGER Gelar Diskusi Akbar dan Launching Angkot Baca

25 Feb 2018

Foto : Usai diskusi akbar, Relawan supir angkot baca melakukan foto bersama setelah penyematan rompi relawan.
Indikatormalang.com - Komunitas Mahasiswa Penggerak (MAGER) Malang gelar Diskusi Akbar yang bertajuk "Literasi Kerakyatan" dan Launching Angkot Baca, di Cus-Cus Cafe Jl. Mergo, Dau, Malang. Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan tamu undangan, perwakilan dari puluhan komunitas organisasi kemahasiswaan dan Organisasi Daerah (ORDA) di Malang. Usai melakukan diskusi akbar, Minggu (24/02/18).

"Semoga kerjasama ini tetap terjaga dan biar ada masyarakat yang mau membaca buku, marilah kita kembali ke angkot karena sebenarnya angkot adalah mobil kerakyatan dan sangat tepat untuk menggerakan literasi," kata Pak Sawi salah satu Relawan sopir angkot baca dalam sambutannya.

Acara yang berlangsung dari pukul 19.00-selesai WIB tersebut, berjalan cukup khidmad. Setelah secara resmi di buka oleh Nurul Firdaus selaku ketua MAGER, acara kemudian dilanjutkan dengan Diskusi Akbar yang dimoderatori oleh Shafira Devi Rose (anggota MAGER) dan sebagai narasumber, Eko Cahyono (Tokoh Literasi Nasional dan Pendiri Perpustakaan Mandiri Anak Bangsa), Pak Sawi (Relawan Angkot Baca Komunitas MAGER) dan Prof. Djoko Saryono (Budayawan dan Guru Besar Sastra UM).

"Zaman itu selalu berubah, apakah menolak perubahan atau kita harus adaptasi dengan perubahan," kata Prof. Djoko Saryono dalam menyanpaikan materinya.

Usai Diskusi Akbar, acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian cinderamata kepada para narasumber, setelah itu diikuti dengan acara launching Angkot Baca secara simbolik dengan ditandai penyematan rompi relawan kepada perwakilan supir angkot baca. 

"Kalau mau membangun perpustakaan, maka carilah buku yang sesuai dengan minat masyarakat dan kita harus berkolaborasi dengan orang lain, khususnya mahasiswa. Titip Indonesia!" tutur Eko Cahyono.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penutup dan musikalisasi puisi dari Komunitas Mahasiawa Penggerak.

Reporter : Taufiqurrahman