Polowijen Andalkan Budaya Lomba PKK
Cari Berita

Advertisement

Polowijen Andalkan Budaya Lomba PKK

9 Des 2017

Salah Satu Aktivitas Budaya Kampung Budaya Polowijen / Foto: Ist.

Indikatormalang.com - Membangun dan membangkitkan budaya tidak selamanya identik dengan berkesenian, merubah prilaku lebih produktif, mengembangkan kreatifitas dan menggerakkan aktivitas warga untuk terlibat mensukseskan 10 program pokok PKK itu bagian dari budaya yaitu budaya gotong royong kebersamaan dan budaya membangun kesadaran.

Kemarin jumat 8 Desember 2017 Kampung Budaya Polowijen yang merupakan salah satu lokus dari titik pantau di Kelurahan Polowijen Kecamatan Blimbing mewakili Kota Malang dari 6 lokus di masing-maaing RW menerima Tim Juri Lomba Pelaksana Terbaik 10 Program Pokok PKK Tk. Provinsi Jawa Timur Tahun 2017.

Dalam paparannya Lurah Polowijen Suseno, SH, MH mejelaskan bahwa "Polowijen adalah salah satu kelurahan yang relatif komplit mengikuti lomba 10 program pokok PKK mewakili Kota Malang, di Polowijen memiliki beberapa unggulan seperti produk olahan buah, budi daya ikan, tanaman toga dan greenhouse serta memiliki Kampung Budaya yang menyejarah" ungkapnya kepada Indikatir Malang.

Selain itu Lurah Polowijen menunjukkan keindahan keasrian dan kelestarian lingkungan yang menjadi andalah Polowijen Ketika tim juri dari tingkat Propinsi Jawa Timur keliling ke masing masing titip pantau dan berada di Kampung Budaya Polowijen tim juri di suguhi tari topeng Malang yang khas dan berasal dari Polowiijen.

Tim juri juga melihat proses membatik dan membuat kriya topeng kayu yang menjadi ciri khas kampung budaya polowijen. Selain itu menilai perpustaakaan budaya yg menjadi jujugan warga.

Juru bicara dan penggagas Kampung Budaya Polowijen menjelaskan kepada tim juri yang berasal dari Popinsi Jawa Timur "bahwa kampung budaya polowijen adalah kampung yang di bangun dengan pendekatan sosioekologi cultural artinya kampung yang sangat menyejarah ini pemberdayaan masyarakatnya di arahkan kepada bagaimana mengembangkan ekonomi kreatif yang basisnya dari masa kejayaan kendedes dan asal usul topeng malang" terangnya.

"Maka kini kampung budaya polowijen memiliki 30 warga pembatik dan 3 orang pengrajin topeng kayu serta memiliki puluhan penari topeng" pungkasnya.