Gerakan Literasi Berbasis Teknologi
Cari Berita

Advertisement

Gerakan Literasi Berbasis Teknologi

1 Des 2017

Foto : Penulis
Dewasa ini minat baca peserta didik menurun. Hal ini salah satunya disebabkan karena adanya gawai. Peserta didik lebih menyukai memainkan game pada gawai daripada harus membaca buku. Padahal membaca itu penting karena banyak ilmu yang kita dapatkan dengan membaca. Padahal yang telah kita ketahui bahwasanya terdapat di beberapa daerah misalnya Kota Malang, Kota Kediri, Kota Surabaya dan sebagainya yang memberlakukan gerakan literasi.

Gerakan literasi merupakan kegiatan membaca dan menulis namun bukan hanya kegiatan dan menulis saja melainkan bagaimana seseorang dapat berkomunikasi di masyarakat. Selain itu literasi yang ada di sekolah juga dapat diartikan sebagai kemampuan peserta didik untuk mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas anatara lain membaca, melihat, menyimak, menulis dan berbicara.

Gerakan literasi berbasis teknologi merupakan gerakan membaca atau menulis yang dilakukan peserta didik melalui teknologi. Seperti yang telah kita ketahui banyak sekarang peserta didik yang lebih menyukai gawai daripada buku. Oleh karena itu gerakan berbasis teknologi dilakukan untuk memudahkan peserta didik dalam membaca informasi. Misalnya ketika peserta didik akan membaca buku mengenai pelajaran IPA peserta didik dapat mengunduh pada aplikasi yang telah tersedia pada gawai yang dimiliki oleh peserta didik itu sendiri. Melalui cara seperti itu peserta didik akan lebih nyaman. Hal ini juga mengurangi peserta didik untuk bermain game atau yang lain.

Peserta didik pada saat ini memang lebih suka memainkan gawainya karena memang dirasa gawai merupakan benda yang dapat menampung segala hal dan hal inilah yang dapat membuat peserta didik lebih nyaman menggunakan gawainya untuk bermain daripada membuka buku pelajaran, cerita pendek, novel atau yang lainnya. Oleh karena itu gerakan literasi berbasis teknologi di era modern ini sangat diperlukan untuk menunjang peserta didik agar lebih bijak menggunakan teknologi yang ada. Memang ada rasa takut yang dialami oleh orang ta ketika membiarkan anaknya bermain dengan gawainya misalnya untuk membuka informasi yang terdapat pada iinternet atau yang lainnya.

Sebenarnya ketakutan yang dialami orang tua inilah yang membuat orang tua tidak memberikan akses pada anak untuk mengeksplor informasi yang terdapat pada gawainya. Sebernya yang dilakukan orang tua merupakan salah satu tindakan untuk menjauhkan peserta didik dari sesuatu hal yang negatid. Namun sebenarnya sebagai orang tua untuk memantau peserta didik pada saat mengakses media sosial atau gawai dapat dilakukan dengan cara mengecek riwayat pencarian yang ada pada gawai atau dapat dilakukan dengan cara lain yakni memberikan pengertian pada peserta didik agar menggunakan teknologi dengan bijak.

Gerakan literasi berbasis teknologi dapat dilakukan dimana saja. Misalnya gerakan literasi berbasis teknologi yang diterapkan di sekolah. Pada sekolah yang merapkan gerakan literasi berbasis teknologi dapat menggunakan sarana komputer untuk menunjang peserta didik dalam mencari sebuah berita. Selain itu sekolah dapat juga memberikan wi-fi untuk memberikan peserta didik akses melihat video atau berita yang emang disukainya. Namun selain dari pihak sekolah, guru juga harus berperan dalam kegiatan ini melalui cara ikut memantau peserta didik ketika sedanng mencari berita atau yang lainnya. selain itu guru juga dapat memotivasi peserta didik untuk bijak dalam menggunakan teknologi dan memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya misalkan guru memberikan contoh Naura yang terhitung masih anak yang berumur 12 tahun namun ia dapat menghasilkan uang melalui teknologi dengan membuat vlog yang di unggah di youtube. Memlalui motivasi tersebut peserta didik akan lebih semangat dan bijak untuk menggunakan teknologi itu sendiri.

Banyak keuntungan jika gerakan literasi pada saat ini berbasis pada teknologi gencar dilakukan. Karena saat ini merupakan era modern dimana setiap orang ingin mendapatkan informasi yang cepat, tepat dan akurat yang hal ini dapat dilakukan oleh teknologi. Hal ini sama halnya dengan peserta didik yang ingin mendapat segala informasi mengenai pelajaran, hiburan atau buku yang ingin dicarinya.

Di era modern ini pada gawai telah dilengkapi beberapa aplikasi yang dapat memudahkan peserta didik utnuk mendapat informasi mengenai pelajaran yang saat ini mmudah diunduh pada aplikasi yang tersedia pada gawainya. Selain itu kita juga dapat menghemat penggunaan kertas yang mana telah kita ketahui bahwasanya penggunaan kertas di Indonesia sangat banyak. Melalui gerakan literasi berbasis teknologi kita dapat mengurangi penggunaan kertas. Selain mengurangi penggunaan kertas, melalui gerakan literasi berbassis teknologi juga dapat mempermudah peserta didik unuk mengakses buku-buku secara online.

Pada era modern saat ini teknologi memang merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindarkan dari kehidupan sehari-hari. Melalui teknologi kita dapat memiliki semua apa yang kita mau. Misalnya ketika ingin baca berita yang saat ini sedang hangat diberitakan kita dapat mendapat semua informasi itu dengan cepat dan tidak memerlukan tenaga untuk mencari seperti yang kita lakukan saat mencari informasi pada buku, koran atau majalah. Oleh karena itu banyak orang yang lebih menyukai teknologi.

Teknologi dalam hal ini bisa bermacam-macam. Misalnya teknologi laptop, media sosial atau yang lain. Teknologi merupakan salah satu sumber ilmu yang dapat kita dapatkan dengan mudah. Namun terkadang orang tidak dapat menggunakan teknologi dengan baik dan benar sehingga malah membuat terjerumus dalam efek negatif pada teknologi. Seharusnya meskipun kita membaca sesuatu yang ada pada media sosial atau yang lainnya hendaknya kita lebih bijak untuk memilah dan memilih informasi yang kita dapatkan dengan cara mencari tahu kebenaran informasi yang telah kita dapatkan pada sumber yang akurat.

Penulis : Ivo Treviana