Pengasuh Pondok Pesantren Cabuli Santrinya Hingga Hamil
Cari Berita

Advertisement

Pengasuh Pondok Pesantren Cabuli Santrinya Hingga Hamil

2 Agu 2017

  Indikatormalang.com - Guru seharusnya menjadi tauladan bagi murid-muridnya. Namun pandangan itu tidak berlaku bagi KN (44) seorang pria yang berprofesi sebagai pengasuh di salah satu Pondok Pesantren di Kabupaten Malang, Jawa Timur.  KN dilaporkan ke polisi atas dugaan tindakan pencabulan. KN diduga melakukan perbuatan cabul  kepada salah satu santriwatinya yang masih di bawah umur.  Menurut AKP Azi Pratas Guspitu, Kapala Satuan Resort Kriminal (Kasatreskrim) Polres Malang, mengatakan bahwa  KN (44) merupakan pengasuh sebuah Pondok Pesantren di Desa Sumberkradenan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.  Sedangkan korbannya merupakan salah satu santriwatinya yang masih berusia 15 tahun.  “Tersangka langsung kita amankan di rumahnya pada akhir pekan kemarin setelah sebelumnya ada laporan dari pihak keluarganya” ungkap Azi Pratas Guspitu via Harian Sindo, Selasa (1/8/17.  Menurutnya, dari hasil pemeriksaan pelaku tidak membantah atas perbuatannya. Pelaku melakukan perbuatannya sebanyak dua kali pada tahun 2016 lalu. Akibat perbuatan pelaku,korban saat ini dalam kondisi mengandung.  "Tersangka mengaku hanya melakukan perbuatannya itu terhadap satu santrinya tersebut, tidak ada korban lain" tambah azi.  Polisi hingga kini masih terus mendalami kasu tersebut tentang kemungkinan adanya dugaan korban lain.   “Kita akan kembangkan, mungkin saja ada korban yang lain,” imbuhnya.
Pelaku Saat Diamaknkan Pihak Kepolisian / Foto: Ist


Indikatormalang.com - Sebuah Pandangan umum berlaku bagi seorang pendidik yakni Guru harus menjadi tauladan bagi murid-muridnya. Namun pandangan itu tidak berlaku bagi KN (44), seorang pria yang berprofesi sebagai pengasuh disalah satu Pondok Pesantren di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

KN dilaporkan ke polisi atas dugaan tindakan pencabulan. Pelaku diduga melakukan perbuatan cabul kepada salah satu santriwatinya yang masih di bawah umur hingga hamil.

Menurut AKP Azi Pratas Guspitu, Kapala Satuan Resort Kriminal (Kasatreskrim) Polres Malang, mengatakan bahwa Pelaku merupakan pengasuh sebuah Pondok Pesantren di Desa Sumberkradenan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Sedangkan korbannya merupakan salah satu santriwatinya yang masih berusia 15 tahun.

“Tersangka langsung kita amankan di rumahnya pada akhir pekan kemarin setelah sebelumnya ada laporan dari pihak keluarganya” ungkap Azi Pratas Guspitu via Harian Sindo, Selasa (1/8/17.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan pelaku tidak membantah perbuatannya. Pelaku mengaku melakukan perbuatannya sebanyak dua kali sepanjang tahun 2016 lalu. Akibat perbuatan pelaku, korban saat ini dalam kondisi mengandung.

"Tersangka mengaku hanya melakukan perbuatannya itu terhadap satu santrinya tersebut, tidak ada korban lain" tambah azi. Polisi hingga kini masih terus mendalami kasu tersebut tentang kemungkinan adanya dugaan korban lain.

“Kita akan kembangkan, mungkin saja ada korban yang lain,” imbuhnya.

Menurut salah satu warga yang menjadi pendamping korban, sebenarnya banyak korban dari aksi bejat pelaku, tetapi sementara ini hanya satu korban yang berani melaporkan.

Dari pengakuan korban, diketahui pelaku membujuk korbannya dengan iming-iming supaya ilmu yang dimiliknya lebih tinggi dan kuat, korban harus menyerahkan "kegadisannya" pada pelaku.

Warga sekitar pondok pesantren pun merasa geram dan hendak meluruk pelaku, bahkan ingin membakar ponpes. Bahkan kelakuan bejat pelaku sudah jadi rasan-rasan masyarakat. Pelaku memang sering melakukan pelecehan dan tindakan asusila kepada santrinya.

"Jika ada santriwati yang hamil karena dicabuli pelaku, maka oleh Pelaku santriwati tersebut di nikahkan dengan salah satu santri pria dipondoknya" ungkap salah satu warga sekitar yang tidak mau disebutkan namanya.

"Masyarakat yang geram sebenarnya hendak meluruk ke Ponpes, namun pelaku sudah diamankan Polres Malang. Saat ini warga meminta agar ponpes tersebut ditutup untuk selamanya" tutur warga tersebut.