Mahasiswa UMM Kenalkan Dampak Pernikahan Dini Dengan Dialog Interaktif
Cari Berita

Advertisement

Mahasiswa UMM Kenalkan Dampak Pernikahan Dini Dengan Dialog Interaktif

Mas'udi
6 Agu 2017

Indikatormalang.com- Pernikahan dibawah umur masih menjamur ditengah-tengah masyarakat, kerjasama semua pihak untuk menanggulangi hal tersebut sangat dibutuhkan. Dalam hal ini Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adakan dialog interaktif di SMP PGRI 1 Gondang Jabung (05/08/2017).  Dengan tema "Pernikahan Dini Positif atau Negatif untuk Generasi Muda" mendapat apresiasi dari pihak sekolah, hadir sebagai pemateri Dra. Retna Rahadjeng, M.M (Dosen manajemen UMM).  Pernikahan dini harus dicegah, kesadaran orang tua menjadi salah satu kunci penting. Menurut Koordinator Desa KKN Kelompok 30 tersebut menyampaikan dialog yang dilaksanakan dapat menambah pemahaman siswa akan dampak pernikahan dini.  Menurut ungkapan Kusnandi selaku Kepala sekolah di sekolahnya audah ada yang menikah diusia yang terbilang masih dini.  "Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, agar para siswa memiliki kesadaran akan dampak dari pernikahan dini" ungkap Kusnandi (05/08/2017).  "Di sekolah kami sebenarnya sudah ada yang berstatus menikah" tambahnya lagi.  Reporter: Izul Editor: Mas'udi
Sesi foto bersama pasca kegiatan dialog interaktif  KKN UMM Kelompok 30 di SMP PGRI 1 Gondang Jabung (05/08/2017). / Foto: Izul

Indikatormalang.com- Pernikahan dibawah umur masih menjamur ditengah-tengah masyarakat, kerjasama semua pihak untuk menanggulangi hal tersebut sangat dibutuhkan. Dalam hal ini Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adakan dialog interaktif di SMP PGRI 1 Gondang Jabung (05/08/2017).

Dengan tema "Pernikahan Dini Positif atau Negatif untuk Generasi Muda" mendapat apresiasi dari pihak sekolah, hadir sebagai pemateri Dra. Retna Rahadjeng, M.M (Dosen manajemen UMM).

Pernikahan dini harus dicegah, kesadaran orang tua menjadi salah satu kunci penting. Menurut Koordinator Desa KKN Kelompok 30 tersebut menyampaikan dialog yang dilaksanakan dapat menambah pemahaman siswa akan dampak pernikahan dini.

Menurut ungkapan Kusnandi selaku Kepala sekolah di sekolahnya audah ada yang menikah diusia yang terbilang masih dini.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, agar para siswa memiliki kesadaran akan dampak dari pernikahan dini" ungkap Kusnandi (05/08/2017).

"Di sekolah kami sebenarnya sudah ada yang berstatus menikah" tambahnya lagi.

Pewarta: Izul
Editor: Mas'udi