Indoneaia Tidak Boleh Hanya Berprestasi dalam Penyumbang Sampah
Cari Berita

Advertisement

Indoneaia Tidak Boleh Hanya Berprestasi dalam Penyumbang Sampah

Mas'udi
8 Agu 2017

Idikatormalang.com- Indonesia menempati posisi kedua dunia setelah Cina dalam menyumbang sampah hingga 187, 2 juta ton. Berdasarkan data timbunan sampah area Jawa Timur per akhir tahun 2016 sebanyak 64. 766.919 m3 perhari hal tersebut dikarenakan minimnya tingkat kesadaran masyarakat akan dampak sampah.  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 109 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) lakukan penyuluhan Bank sampah di Desa Plaosan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang (07/08/2017).  Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta meningkatkan nilai guna sampah hadirkan Bambang Sutejo anggota Lingkungan Hidup Kota Malang untuk mengisi materi dalam acara tersebut.  Dalam penyampaian materinya Bambang Sutejo menyampaikan pentingnya menjaga lingkungan dan pengelolaan sampah agar memiliki nilai jual. Beliau juga menyampaikan tentang pengelolaan limbah dapur menjadi pupuk kompos.  Rentetan program tersebut juga memberikan pelatihan langsung terhadap masyarakat Desa Plaosan.  "Sesuai materi yang kami terima tadi, ternyata Bank sampah sangat banyak manfaatnya. Kami sebelumnya belum mengerti apa-apa" ucap Ibu Arifah salah satu warga yang menjadi persta penyuluhan tersebut, (0/7/08/2107).  "Menurut saya, lingkungan yang bersih kesehatan kita akan terjaga" tambahnya.  Ibu Sri Wahyuni selaku Kepala Desa memberikan apresiasi dan respon positif dengan mengajak warganya untuk terus menjaga kebersihan lingkuangan dan pengumpulan sampah.  "Ayo kita di RW 11 berikan contoh bagi Rw yang lain bahkan Desa-desa yang lain dengan menjaga lingkungan kita dari sampah" tutur Ibu Sri Wahyuni.  Reporter: Bela Editor: Mas'udi
Anggota Lingkungan Hidup Kota Malang, Bambang Sutejo. Acara Sosialisasi dan Pengaktifan Bank Sampah Dusun Plaosan, Desa Plaosan (07/08/2017) / Foto: Bela


Idikatormalang.com- Indonesia menempati posisi kedua dunia setelah Cina dalam menyumbang sampah hingga 187, 2 juta ton. Berdasarkan data timbunan sampah area Jawa Timur per akhir tahun 2016 sebanyak 64. 766.919 m3 perhari hal tersebut dikarenakan minimnya tingkat kesadaran masyarakat akan dampak sampah.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 109 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) lakukan penyuluhan Bank sampah di Desa Plaosan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang (07/08/2017).

Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta meningkatkan nilai guna sampah hadirkan Bambang Sutejo anggota Lingkungan Hidup Kota Malang untuk mengisi materi dalam acara tersebut.

Dalam penyampaian materinya Bambang Sutejo menyampaikan pentingnya menjaga lingkungan dan pengelolaan sampah agar memiliki nilai jual. Beliau juga menyampaikan tentang pengelolaan limbah dapur menjadi pupuk kompos.

Rentetan program tersebut juga memberikan pelatihan langsung terhadap masyarakat Desa Plaosan.

"Sesuai materi yang kami terima tadi, ternyata Bank sampah sangat banyak manfaatnya. Kami sebelumnya belum mengerti apa-apa" ucap Ibu Arifah salah satu warga yang menjadi persta penyuluhan tersebut, (0/7/08/2107).

"Menurut saya, lingkungan yang bersih kesehatan kita akan terjaga" tambahnya.

Ibu Sri Wahyuni selaku Kepala Desa memberikan apresiasi dan respon positif dengan mengajak warganya untuk terus menjaga kebersihan lingkuangan dan pengumpulan sampah.

"Ayo kita di RW 11 berikan contoh bagi Rw yang lain bahkan Desa-desa yang lain dengan menjaga lingkungan kita dari sampah" tutur Ibu Sri Wahyuni.

Pewarta: Bela
Editor: Mas'udi