Pendengaran Bermasalah, Gadis Tewas Disambar Kereta Api
Cari Berita

Advertisement

Pendengaran Bermasalah, Gadis Tewas Disambar Kereta Api

16 Jul 2017

Indikatormalang.com - Seorang gadis bernama Yulia Ariska Sri Wahyuni (22) tewas tersambar kereta Api .  Peristiwa naas tersebut terjadi sekitar pukul 10 suang dekat stasiun Lawang, tepatnya terjadi di perlintasan KA bawah jembatan Jalan Pandowo Lawang, Sabtu (15/7/17).   Berdasarkan keterangan dari Bripka Agus salah satu anggota Polsek Lawang, korban tewas tersambar Kereta Api Penataran Dhoho yang datang dari Blitar menuju Surabaya.  "Korban sedang berjalan dari arah utara. Saat bersamaan kereta api datang. Yulia ditabrak dari belakang. Kereta sempat mengerem, tapi ndak nutut" jelas Bripka Bagus.  Sebelum kejadian beberapa orang yang ada di lokasi kejadian sempat memperingatkan korban untuk tidak menyeberang. Namun korban sepertinya tidak mendengar.   'Kondisi kepala pecah bagian belakang dan isi kepala terburai. Selain itu, korban juga mengalami patah tulang pada kaki kiri dan tangan" tambah Bripka Bagus.  Berdasarkan informasi yang didapat dari warga yang mengenal korban, diketahui korban mengalami masalah gangguan pada indera pendengarannya. Diperkirakan karena kondisi itulah sehingga korban tidak menghiraukan peringatan dari orang sekitar sehingga terus menyebrang.  Korban selama ini tinggal di Dusun Krajan Timur, Desa Turirejo, Kecamatan Lawang. Korban berprofesi sebagai seorang pengamen.
Lokasi Kejadian Perkara / Foto: Ist






Indikatormalang.com - Seorang gadis bernama Yulia Ariska Sri Wahyuni (22) tewas tersambar kereta Api .

Peristiwa naas tersebut terjadi sekitar pukul 10 siang dekat stasiun Lawang, tepatnya terjadi di perlintasan KA bawah jembatan Jalan Pandowo Lawang, Sabtu (15/7/17).

Berdasarkan keterangan dari Bripka Agus salah satu anggota Polsek Lawang, korban tewas tersambar Kereta Api Penataran Dhoho yang datang dari Surabaya menuju Blitar.

"Korban sedang berjalan dari arah utara. Saat bersamaan kereta api datang. Yulia ditabrak dari belakang. Kereta sempat mengerem, tapi ndak nutut" jelas Bripka Bagus.

Sebelum kejadian beberapa orang yang ada di lokasi kejadian sempat memperingatkan korban untuk segera menghindar. Namun korban sepertinya tidak mendengar dan terus berjalan.

'Kondisi kepala pecah bagian belakang dan isi kepala terburai. Selain itu, korban juga mengalami patah tulang pada kaki kiri dan tangan" tambah Bripka Bagus.

Berdasarkan informasi yang didapat dari warga yang mengenal korban, diketahui korban mengalami masalah gangguan pada indera pendengarannya. Diperkirakan karena kondisi itulah sehingga korban tidak menghiraukan peringatan dari orang sekitar sehingga terus berjalan dipinggir rel.

Korban selama ini tinggal di Dusun Krajan Timur, Desa Turirejo, Kecamatan Lawang. Korban berprofesi sebagai seorang pengamen.