Maling Motor Terpantau Melalui GPS, Terjungkal Ditangan Polisi
Cari Berita

Advertisement

Maling Motor Terpantau Melalui GPS, Terjungkal Ditangan Polisi

18 Jul 2017

Indikatormalang.com - Muhammad Ali Fateh (37) warga Bades Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang harus meregang nyawa diujung pistol polisi, Senin (17/7/17).  Ali yang merupakan pelaku motor di kawasan Sukun Malang tewas ditembak polisi sekitar pukul 01.30 dini hari. Polisi terpaksa menembak pelaku karena melawan ketika hendak ditangkap petugas.  Awalnya, pada hari Minggu (16/7/17) pukul 20.00  Ali yang merupakan residivis Curanmor bersama komplotannya menggasak satu unit sepeda motor di depan warnet Jaya Net, Bandungrejosari, Kecamatan Sukun.   Sialnya, motor yang disikat Ali sudah terpasang alat GPS. Korban yang melaporkan kehilangan motor kepada petugas polisi melacaknya bersama-sama menggunakan sistem GPS. Posisi Ali ahirnya terlacak.  ”Setelah mendapat laporan, empat petugas  melakukan pengejaran berdasarkan sinyal  GPS yang ada di sepeda motor korban" ujar Kompol Nandu Dyanata, Wakapolres Malang Kota, Senin (17/7/17).  Saat hendak ditangkap Ali melawan petugas menggunakan Sangkur yang dibawanya. Petugas sempat memberikan tembakan peringatan agar menyerah, namun tidak digubris oleh polisi.  ”Karena tidak menyerah, petugas kami melakukan tindakan pembelaan" jelasnya.  Ali tewas setelah dua buah peluru menembus tubuhnya. Timah panas menembus leher dan punggung pelaku.
Ilistrasi / Gambar: Rest2
Indikatormalang.com - Muhammad Ali Fateh (37) warga Bades Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang harus meregang nyawa diujung pistol polisi, Senin (17/7/17).

Ali yang merupakan pelaku motor di kawasan Sukun Malang tewas ditembak polisi sekitar pukul 01.30 dini hari. Polisi terpaksa menembak pelaku karena melawan ketika hendak ditangkap petugas.

Awalnya, pada hari Minggu (16/7/17) pukul 20.00 Ali yang merupakan residivis Curanmor bersama komplotannya menggasak satu unit sepeda motor di depan warnet Jaya Net, Bandungrejosari, Kecamatan Sukun.

Sialnya, motor yang disikat Ali sudah terpasang alat GPS. Korban yang melaporkan kehilangan motor kepada petugas polisi kemudian melacaknya bersama-sama menggunakan sistem GPS. Posisi Ali ahirnya terlacak.

”Setelah mendapat laporan, empat petugas melakukan pengejaran berdasarkan sinyal GPS yang ada di sepeda motor korban" ujar Kompol Nandu Dyanata, Wakapolres Malang Kota, Senin (17/7/17).

Saat hendak ditangkap Ali melawan petugas menggunakan Sangkur yang dibawanya. Petugas sempat memberikan tembakan peringatan agar menyerah, namun tidak digubris oleh pelaku.

"Karena tidak menyerah, petugas kami melakukan tindakan pembelaan" jelasnya.

Ali tewas setelah dua buah peluru menembus tubuhnya. Timah panas menembus leher dan punggung pelaku.