Jambret Tidak Mengaku, Bonyok Digebukin dan Hampir Dibakar
Cari Berita

Advertisement

Jambret Tidak Mengaku, Bonyok Digebukin dan Hampir Dibakar

16 Jul 2017

Indikatormalang.com - Warga Sengon Dalisodo Kecamatan Wagir dibuat jengkel oleh dua pelaku jambret yang beraksi di daerah itu, Sabtu (15/7/17).  Pasalnya saat diperiksa warga, dua  pelaku, yakni ST (39), dan SY ( 36) sempat ngotot tidak mengakui perbuatannya mengakui pebuatannya. Namun warga tetap yakin bahwa keduanya merupakan para pelaku. Ahirnya warga menggledahnya dan ditemukanlah barang bukti.  Warga yang jengkel ahirnya muntab. Kedua pelaku menjadi bulan-bulanan warga dan nyaris  Saja berujung pada pembakaran terhadap dua pelaku  penjambretan.  Menurut Kapolsek Wagir AKP Adang  Agus Prihadi SH,  aksi penjambretan oleh dua  orang pelaku terjadi sekitar pukul  10.00.  ”Saat  itu, korban yakni Warni (65) sedang  menjemur jagung di depan rumahnya di Desa Dalisodo,  Kecamatan Wa gir,” terang Adang.   Disaat bersamaan, kedua pelaku yang tengah melintas di kawasan tersebut  melihat korban sedang mengenakan paerhisan berupa kalung emas. Melihat ada sasaran  empuk, kedua pelaku lantas  merampas perhiasan yang  dikenakan Korban.   Mengetahui dirinya sedang jadi sasaran kejahatan, korban  nekat melakukan perlawanan. Melihat korbannya melawan, para pelaku mengeluarkan senjata tajam dan sempat melukai korban yang  berusaha mempertahankan  kalungnya.  Merasa kewalahan, korban  berteriak meminta  tolong. Teriakan korban didengar oleh beberapa warga yang sedang melakukan kerja bhakti. Pelaku yang tak sempat melarikan diri diringkus oleh warga.  Pelaku yang berbelit-belit ketika diperiksa oleh warga ahirnya diarak ke lapangan untuk dibakar. Sambil ditendangin dan dan digebukin kedua pelaku diseret menuju lapangan.  Beruntunglah Polisi datang diwaktu yang tepat sehingga aksi pembakaran yang akan dilakukan oleh warga urung terjadi.  Polisi sempat kesulitan menerobos kerumunan massa yang sudah emosi, namun polisi akhirnya bisa  mengamankan kedua pelaku.   ”Sepeda motor pelaku tidak bisa  diselamatkan karena sudah terlebih dahulu dibakar massa" tambah Adang.  "Saat ini salah satu pelaku, yaitu ST, dirujuk ke RSUD Kanjuruhan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut” pungkasnya�.  Dari hasil penelusuran Polisi, kedua pelaku yang merupakan warga Desa Randugading, Kecamatan Tajinan merupakan residivis kasus perampokan.   Bahkan menurut keterangan dari Kapolsek Wagir, para pelaku diduga sebelumnya juga beraksi di Desa Mendalawangi, Kecamatan Wagir.
Pelaku dan Sepeda Motor yang Dirusak Warga / Foto: Ist_NetMR






Indikatormalang.com - Warga Sengon Dalisodo Kecamatan Wagir dibuat jengkel oleh dua pelaku jambret yang beraksi di daerah itu, Sabtu (15/7/17).

Pasalnya saat diperiksa warga, dua
pelaku, yakni ST (39), dan SY (36) sempat ngotot tidak mengakui perbuatannya mengakui pebuatannya. Namun warga tetap yakin bahwa keduanya merupakan para pelaku. Ahirnya warga menggeledahnya dan ditemukanlah barang bukti.

Warga yang jengkel ahirnya muntab. Kedua pelaku menjadi bulan-bulanan warga dan nyaris Saja berujung pada pembakaran terhadap dua pelaku penjambretan.

Menurut Kapolsek Wagir AKP Adang
Agus Prihadi SH, aksi penjambretan oleh dua orang pelaku terjadi sekitar pukul
10.00.

”Saat itu, korban yakni Warni (65) sedang
menjemur jagung di depan rumahnya di Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir,” terang Adang.

Disaat bersamaan, kedua pelaku yang tengah melintas di kawasan tersebut
melihat korban sedang mengenakan perhiasan berupa kalung emas. Melihat ada sasaran empuk, kedua pelaku lantas merampas perhiasan yang dikenakan Korban.

Mengetahui dirinya sedang jadi sasaran kejahatan, korban  nekat melakukan perlawanan. Melihat korbannya melawan, para pelaku mengeluarkan senjata tajam dan sempat melukai korban yang
berusaha mempertahankan kalungnya.

Merasa kewalahan, korban berteriak meminta tolong. Teriakan korban didengar oleh beberapa warga yang sedang melakukan kerja bhakti. Pelaku yang tak sempat melarikan diri diringkus oleh warga.

Pelaku yang berbelit-belit ketika diperiksa oleh warga ahirnya diarak ke lapangan untuk dibakar. Sambil ditendangin dan dan digebukin kedua pelaku diseret menuju lapangan.

Beruntunglah Polisi datang diwaktu yang tepat sehingga aksi pembakaran yang akan dilakukan oleh warga urung terjadi.

Polisi sempat kesulitan menerobos kerumunan massa yang sudah emosi, namun polisi akhirnya bisa mengamankan kedua pelaku.

”Sepeda motor pelaku tidak bisa diselamatkan karena sudah terlebih dahulu dibakar massa" tambah Adang.

"Saat ini salah satu pelaku, yaitu ST, dirujuk ke RSUD Kanjuruhan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut” pungkasnya.

Dari hasil penelusuran Polisi, kedua pelaku yang merupakan warga Desa Randugading, Kecamatan Tajinan merupakan residivis kasus perampokan.

Bahkan menurut keterangan dari Kapolsek Wagir, para pelaku diduga sebelumnya juga beraksi di Desa Mendalawangi, Kecamatan Wagir.